Kadis Kesehatan Malang: Distribusi Makanan Harus Tepat Waktu, Jangan Korbankan Keamanan Siswa

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo saat ditemui awak media

Ket foto. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo saat ditemui awak media

 

Malang, pendoposatu.id – Dugaan kasus keracunan makanan di salah satu sekolah di Kecamatan Kepanjen menjadi alarm bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keterlambatan distribusi makanan yang semestinya tiba pagi hari, namun baru datang menjelang siang, dinilai sebagai bukti lemahnya manajemen produksi di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menegaskan bahwa faktor keterlambatan masak dan pengiriman makanan tidak boleh terjadi karena berdampak langsung pada kualitas dan keamanan konsumsi siswa.

“Ada yang distribusinya mundur sampai jam 10–12 karena proses masaknya belum selesai. Kalau makanan kering masih bisa tahan, tapi kalau jenis basah seperti gulai, itu berisiko tinggi rusak,” ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, perencanaan dapur dan sistem distribusi harus dikelola secara profesional. Keterlambatan sekecil apapun bisa mengubah kondisi makanan dan memicu potensi kontaminasi. Oleh sebab itu, Dinkes memperkuat peran puskesmas dalam mengawasi pelaksanaan program di setiap wilayah.

“Puskesmas punya peran penting, bukan hanya memeriksa, tapi juga melakukan pembinaan. Mereka harus memastikan makanan yang sampai di sekolah tetap higienis,” terang Wiyanto.

Ia menambahkan, setiap kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dan evaluasi lapangan kini wajib melibatkan puskesmas karena mereka memiliki data akurat tentang jumlah penerima manfaat dan jalur distribusi makanan.

Selain itu, Dinkes juga mendorong agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki armada dan sistem logistik yang memadai.

“Distribusi bisa sampai tiga ribu paket di satu titik. Kalau tidak ada armada yang cukup dan manajemen yang rapi, pasti terlambat. Akibatnya, kualitas makanan menurun,” tegasnya.

Wiyanto juga menyoroti masalah klasik yang sering muncul di lapangan: pengelolaan bahan pangan yang belum memenuhi standar keamanan. Banyak pengelola dapur yang masih abai terhadap penyimpanan bahan baku seperti daging ayam dan sayur.

Baca Juga :  Saksikan Tanda Tangan Pakta Integritas, Bupati Malang Minta Jajaran Direksi Perumda Tirta Kanjuruhan Untuk Tidak Melakukan KKN

“Ada bahan makanan yang disimpan sampai dua hari sebelum dimasak. Ini jelas tidak sesuai standar keamanan pangan. Kita butuh SDM yang paham manajemen dapur dan logistik,” katanya.

Data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang mencatat saat ini terdapat 93 SPPG, dan 71 di antaranya sudah aktif beroperasi. Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 233 SPPG sebagai bagian dari perluasan program MBG di seluruh kecamatan.

Wiyanto menegaskan, Dinkes akan terus memperkuat kolaborasi dengan DKP, Dinas Pendidikan, serta puskesmas untuk mencegah kasus serupa terulang.

“Kami tidak mencari siapa yang salah, tapi memastikan semua pihak bekerja dengan disiplin dan profesional. Anak-anak harus menerima makanan bergizi yang aman setiap hari,” pungkasnya.

Penulis : nes

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
KH Habib Musthofa Alaydrus Tuban Tegaskan Ikhtiar Maslahah, Bukan Sekadar Islah: Demi Persatuan Nahdlatul Ulama dan Umat Islam

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB