Satu Panggung untuk Palestina, Dari Bumi Arema untuk Dunia

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Gambar Ilustrasi

Keterangan: Gambar Ilustrasi

Oleh: Syafrill M (Caping) Aktivis MCC Kota Malang

PENDOPOSATU.ID, MALANG – Di tengah gelombang ketidakadilan global dan meningkatnya ketegangan geopolitik dunia—dari krisis kemanusiaan di Gaza, perang di Ukraina, hingga konflik di Timur Tengah—suara-suara moral dari Timur justru semakin dibutuhkan. Dunia sedang kehilangan arah, dan suara yang jernih tentang kemanusiaan, keadilan, serta perlawanan terhadap penjajahan harus kembali digaungkan dari tanah yang punya sejarah perlawanan.

Hari ini, Kota Malang—Bumi Arema—menjadi bagian dari suara itu. Kita menyambut kehadiran seorang tokoh penting dunia Islam: Dr. Zakir Naik.

Seperti yang diketahui, Dr. Zakir Naik bukan hanya ulama, ia adalah diplomat nurani. Seorang intelektual yang suaranya telah melintasi batas-batas negara, menyuarakan kebebasan Palestina, solidaritas umat, dan keberanian untuk melawan penindasan.

Dalam situasi dunia yang terpolarisasi dan krisis kemanusiaan yang dibiarkan diam, tokoh seperti Dr. Zakir Naik menjadi simbol bahwa umat Islam tidak kehilangan suara dan tidak kehilangan arah.

Sebagai bangsa, Indonesia punya posisi unik. Kita adalah negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, sekaligus konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.

Dalam situasi perang global saat ini, Indonesia diharapkan dunia menjadi jembatan damai, sekaligus benteng moral dari Timur. Dan keberpihakan kita kepada Palestina bukan hanya isu keagamaan, tetapi mandat sejarah dan amanah konstitusi.

Ir. Soekarno, Bapak Bangsa kita, telah memberi garis yang jelas:
“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

Narasi Bung Karno ini bukan sekadar arsip sejarah, ini adalah kompas moral bangsa. Di saat negara-negara besar justru bungkam, Indonesia harus berdiri tegak, dan Malang hari ini ikut bersuara.

Baca Juga :  Kebijakan yang Anti-Kritik dan Penghinaan Bupati yang Tidak Patut

Kehadiran Dr. Zakir Naik di Kota Malang adalah penguatan solidaritas lintas batas. Ini bukan semata ceramah, tetapi bagian dari diplomasi nurani rakyat Indonesia untuk Palestina dan dunia yang lebih adil.

Dari Malang, kita mengirim pesan bahwa bangsa ini tidak diam, kita mewarisi semangat Bung Karno, sekaligus suara umat yang cinta damai namun tidak takut melawan ketidakadilan.

Bahwa dari mimbar ini, dari tanah Arema, kita ikut menyusun sejarah baru untuk keadilan dunia. Selamat datang, Dr. Zakir Naik, dari Arek Malang, untuk Palestina – dari Indonesia, untuk Kemanusiaan.

Penulis : Redaksi

Editor : Gus

Berita Terkait

Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Malang 2026: Hentikan Sandiwara, Bongkar Mafia Jabatan Jika Masih Ada
Anak Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid, Cermin Kelalaian Sosial di Tengah Kesalehan Simbolik
Kekerasan Atas Nama Mayoritas di Sukabumi, Sebuah Erosi Spiritualisme Mengeringkan Rasa Kemanusiaan
Jejak Panjang Uang, Antara Berkah dan Belenggu Peradaban
Eksklusif! Pengalaman Mudik ke Luar Angkasa Ternyata Ada di Planet Dampit!
Perspektif Mahasiswa: Tindakan Represif Aparat Menangani Demonstrasi di Malang Dalam Ruang Demokrasi
KEJAHATAN SKIMMING: ANCAMAN DOMPET DIGITAL
Tantangan Etika Bisnis di Industri E-commerce: Antara Keuntungan dan Tanggung Jawab Sosial

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB