Ratusan User D’Graha Artha di Desa Lang-Lang Singosari Pertanyakan Legalitas Rumah Yang Beli

- Redaksi

Sabtu, 18 Mei 2024 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU id, Kabupaten Malang – Manajemen pengembang atau developer PT Esa Santa Agrapana,didatangi ratusan User perumahan D’Graha Artha Desa Lang-lang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang untuk menanyakan surat-surat legalitas atas rumah yang dibeli tak kunjung selesai.

Para user yang datang ini mengaku sebagian besar pembeliannya sudah lunas, dan sebagian kecil secara inhouse.

Bahkan saat mendatangi manajemen D’Graha Artha banyak banner-banner bertulisan tuntutan kepada pengembang seeperti, “Perumahan Ilegal, Owner Kriminal, Jangan Dibeli Daripada Dibegal, Penjarakan Dikawal”, dan adapula yang bertuliskan “Kami Beli Rumah, Bukan Beli Janji”

Pudjiono, selaku kuasa hukum dari paguyuban User D’Graha Artha kepada awak media menyampaikan bahwa berawal dari tidak adanya komunikasi yang baik antara user dengan manajemen PT Esa Santa Agrapana selaku pengembang perumahan, maka User melakukan aksi dan dilanjutkan dengan audiensi.

“Audiensi ini menuntut hak-hak user yang selalu hanya janji, terkait dengan legalitasnya dan pembangunan rumah, ternyata banyak rumah yang belum dibangun. Dari pertemuan ini tadi, diketahui ternyata ijin dan pengurusan sertifikat ini belum selesai,” ungkap Pudjiono, Jumat (17/5/2024)

Pudjiono menegaskan, bahwa ijin-ijin terkait perumahan sudah diurus namun belum selesai, tapi sudah dibangun, jadi perumahan ini bermasalah.

“Harusnya ijin-ijin terlebih dahulu, seperti site plane, pengesahan rumah petak, persetujuan bangunan gedung (PBG), dan syarat-syarat lainnya dari Dinas terkait” katanya

Masih kata Pudjiono, bahwa notaris itelah menunggu sejak tahun 2022, karena syarat administrasinya belum lengkap, termasuk site plan. Dan ini hanya ada dari manajemen, tetapi belum disahkan oleh Dinas Perumahan, Pemukiman dan Cipta Karya.

“Dan sebagian besar pembeli telah lunas pembayarannya, dan sebagian kecil inhouse. Dan yang inhouse karena sudah lama, sehingga hampir lunas, namun tidak ada pembangunan rumah, dan legalitasnya” ungkapnya

Baca Juga :  Cawawali Malang Dimyati Ayatulloh Dimata Teman dan Guru Semasa SMA, Orangnya Disiplin dan Aktif di Organisasi

Dengan ketidakpastian ini selalu diterima oleh user, termasuk kapan dibangun rumahnya, kapan selesai surat-suratnya ini belum ada, dengan alasan katanya tidak ada biaya. Padahal sebagian besar pembeli lunas.

Pudjiono juga menjelaskan bahwa seluruh keuangan yang dikeluarkan oleh user-user kisaran Rp. 60 Milyar yang sudah diberikan kepada pihak pengembang.

“Perkiraan keuangan yang sudah masuk kisaran Rp. 60 Milyar dari seluruh user (Korban), di tahun 2021 itu sekitar Rp. 30 Milyar diterima, namun tanpa ada aktifitas pembangunan, dan itu uang yang besar,” terangnya

Ia juga mengatakan, bahwa jika permasalahan ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, maka akan dibawa keranah hukum ke Polda Jatim.

“Tentunya kalau ini tidak selesai, kalau secara kekeluargaan tidak bisa, maka akan kami laporkan ke Polda Jatim. Ini kasus tidak boleh dianggap sepele, ini kasus berat, karena banyak korbannya,” ujar Pudjiono.

Sementara itu, Samuel Teguh Santoso sebagai kuasa hukum yang ditunjuk oleh pengembang/developer PT. Esa Santa Agrapana, mengatakan bahwa dalam audiensi ini, manajemen berkomitmen untuk segera menyelesaikan dari program yang sudah direncanakan.

“Tadi pihak manajemen sudah berkomitmen untuk segera menyelesaikan dari program yang sudah direncanakan ini, semoga ada solusi yang baik” ucapnya

“Supaya user yang sudah mengeluarkan dana dan sebagainya dengan berupaya maksimal. Maka, developer harus semaksimal mungkin untuk menyelesaikan sampai bisa serah terima rumah kepada usernya. Dengan audiensi ini, intinya kita ingin menyelesaikan,” kata Cak Samuel

Penulis : Dudung

Berita Terkait

Foto Wabup Tak Terpasang di Acara Perumda Tirta Kanjuruhan, PKB Malang Desak Permintaan Maaf Terbuka
Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat
Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat
Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026
Pesan Mahrus Soleh di Halal Bihalal TI Group: Kebersamaan dan Kesejahteraan
Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas
Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran
Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:20 WIB

Buka Puasa Bersama JMSI Malang Raya Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Media Siber

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:44 WIB

Mahasiswa UIBU Sabet Medali Emas di Arab Saudi

Senin, 16 Februari 2026 - 20:48 WIB

Pawai Obor Sholawat RW 04 Polehan Meriah, 1.000 Warga Sambut Ramadhan 1447 H dengan Penuh Sukacita

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:28 WIB

Jelang Seabad NU, Kota Malang Tunjukkan Toleransi Nyata Antar Umat Beragama

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:31 WIB

Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota Perketat Ramp Check Bus dan Angkutan Umum

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Kamis, 18 September 2025 - 17:11 WIB

Hari PMI 2025: The Alana Hotel Malang Gelar Donor Darah, Jumlah Peserta Membludak

Kamis, 18 September 2025 - 16:59 WIB

APBD Kota Malang Susut, DPRD Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada Dana Transfer

Berita Terbaru

Ket foto. Tim gabungan dan BPBD kabupaten Malang saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga

Kabupaten Malang

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 20:08 WIB