Peringati CML Day, Himpunan Masyarakat Peduli ELGEKA dan GIST Indonesia Gelar Temu Nasional 2024

- Redaksi

Sabtu, 21 September 2024 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Umum Himpunan Masyarakat Peduli ELGEKA Indonesia Mahiruddin Achmad (urutan ketiga dari kiri)

Foto : Ketua Umum Himpunan Masyarakat Peduli ELGEKA Indonesia Mahiruddin Achmad (urutan ketiga dari kiri)

PENDOPOSATU.ID, KOTA BATU – Dalam rangka memperingati Hari CML (Chronic Myeloid Leukemia) yang jatuh setiap tanggal 22 September 2024. Himpunan Masyarakat Peduli ELGEKA dan GIST menggelar pertemuan nasional 2024 yang diselenggarakan di Kusuma Agrowisata Resort & Convention, Jalan Abdul Gani Atas Po Box 36 Kota Batu

Perhelatan yang berlangsung selama dua hari yakni Jumat hingga Minggu, 20 – 22 September 2024 ini mengusung tema Kepedulian dan Kesetaraan Akses Untuk Diagnosis, Dukungan dan Pengobatan bagi Sesama yang Terdampak CML.

Ketua Umum ELGEKA Indonesia Mahiruddin Achmad mengatakan bahwa selain memperingati CML Day. Acara ini juga sebagai wadah untuk memberikan wawasan serta dukungan kepada penyintas CML dan GIST terkait kepatuhan terhadap obat serta mengedukasi untuk menjadi survivor yang baik.

“Organisasi kami ini adalah organisasi bagi para penyintas CML atau dikenal dengan LGK (Leukimia Granulositik Kronik) yaitu jenis kanker darah yang memproduksi leukosit mencapai lebih dari 100.000/ul yang disebabkan karena ketidaknormalan gen kromosom. Ditandai dengan adanya kromosom philadephia akibat translokasi kromosom 9 ke 22 sehingga terbentuk gen BCR-ABL.” terangnya

“Jenis kanker ini merupakan kanker ganas dan mematikan bagi pasien jika tidak ditangani dengan baik dan tepat,” kata Mahiruddin.

Sedangkan GIST yakni tumor stroma gastrointestinal yaitu jenis tumor langka yang berasal dari pencernaan. “Penyebab dari GIST ini adalah adanya ketidaknormalan enzim tyrosine kinase yaitu enzim yang bertanggungjawab pada pengembangan atau pembelahan sel,” jelasnya.

Dikatakan Mahiruddin, komunitas yang dipimpin menjadi menjadi satu organisasi antara penyintas CML maupun GIST lantaran pasien mengonsumsi obat yang sama.

“Organisasi yang kami beri nama Himpunan Masyarakat Peduli ELGEKA ini berdiri sudah sejak Juni tahun 2006 merupakan satu wadah atau komunitas bagi para pasien CML maupun GIST serta bagi para pendamping maupun pemerhati penyakit ini. Kami hadir untuk memberikan semangat, dukungan dan saling menguatkan kepada para penyintas CML dan GIST serta memberikan pengetahuan bagi seseorang yang baru didiagnosa penyakit ganas tersebut,” beber Mahiruddin.

Baca Juga :  Harapan Wabup Malang Kepada Pecalang dan Umat Hindu di Kabupaten Malang Saat Ikuti Pembinaan

Menurutnya, kemajuan dan pengembangan pengobatan serta perawatan telah mengubah kehidupan pasien CML maupun GIST menjadi lebih baik.

“Jika diobati dengan tata laksana yang baik, maka akan memiliki kesempatan hidup yang normal dan lama. Namun, ada beberapa tantangan besar yang dihadapi pasien. Bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya,” jelasnya.

Ia menyebutkan tantangan itu diantaranya, akses terhadap terapi kurang merata, tidak adanya jaminan ketersediaan obat di seluruh wilayah rumah sakit di Indonesia, kurangnya diagnostik yang berkualitas tinggi, tenaga kesehatan yang tidak merata serta layanan kesehatan yang belum merata dan pengetahuan yang belum terlalu banyak mengenai penyakit ini.

“Selain itu, kurangnya edukasi dan penyebaran edukasi mengenai pelaksanaan terapi, bagaimana memonitor pelaksanaan obat secara rutin melalui pemeriksaan BCR-ABL dengan menggunakan metode PCR yang belum tercover BPJS, sehingga menyebabkan pengobatan berjalan dengan tidak efektif dan kualitas hidup menjadi menurun,” terang Mahiruddin.

Lalu, dirinya menyampaikan jika jumlah dari para survivor CML maupun GIST sekitar 2.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti ELGEKA Jakarta, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Medan, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Manado hingga Papua.

“Maka, diperlukan adanya pertemuan secara nasional untuk anggota ELGEKA di seluruh wilayah tersebut untuk saling bersilaturahmi, diskusi, berbagi pengalaman, informasi dan kondisi masing-masing wilayah, sehingga menjadi semakin kuat dan tidak ada satu anggota yang tertinggal untuk mengetahui dasar pengobatan CML maupun GIST. Dan dari sini bersama-sama bisa survive,” tutur Mahiruddin.

Acara ini merupakan agenda tahunan yang diadakan setiap tanggal 20 September, dimana sudah diadakan beberapa kali.

“Untuk tahun 2010 hingga 2013 diselenggarakan di Jakarta. Kemudian tahun 2014 diadakan di Malang, tahun 2015 di Bandung. Dan pada tahun 2016 dilaksanakan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) ELGEKA Pusat,” jelas Mahiruddin.

Baca Juga :  Liga Pelajar Tingkat SD se Kabupaten Malang Resmi Bergulir

Lalu, tahun 2017 diselenggarakan di Jogjakarta, tahun 2018 di Bogor, tahun 2019 diadakan di Semarang. “Untuk tahun 2020 hingga 2022 tidak ada kegiatan karena adanya pandemi Covid-19. Baru tahun 2023 diadakan kembali di Purwokerto dan tahun 2024 digelar di Batu,” katanya.

Sebagai penambah edukasi, rangkaian kegiatan diisi dengan seminar yang disampaikan oleh Dr. dr. Shinta Oktya Wardhani, Sp.PD, KHOM, FINASIM yang memberikan materi tentang Semangat Capai Target Terapi dan seminar kedua dengan narasumber dr. Djoko Heri Hermanto, Sp. PD, KHOM, FINASIM dengan materi Kekuatan dari Kepatuhan dan Menjadi Survivor yang Baik dan Berkualitas.

Gelaran Temu Nasional Himpunan Masyarakat Peduli ELGEKA dan GIST Indonesia 2024 ini dihadiri 106 peserta baik pasien maupun pendamping yang berasal dari 6 wilayah ELGEKA yaitu Jakarta, Surabaya, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang dan Malang.

Penulis : Yani

Editor : Dadang D

Berita Terkait

Pemkot Batu Genjot Kinerja OPD Lewat Forum Evaluasi Strategis 2025
Jurnalis Kompas TV, Hilda Daningtyas, Pimpin IJTI Malang Raya
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Dianugerahi Penghargaan Tokoh Inspiratif oleh IJTI Malang Raya
Gapoktan Mitra Sejati Resmi Jadi Pemasok Tetap PELNI, Dapat Dukungan TJSL dan LPPM UB
Kota Batu Jadi Tuan Rumah TPO Regional Meeting 2025
Tersangka Pencabulan di Batu Bebas Berkeliaran, Komnas PA Jatim Surati Kapolri Untuk Turun Tangan
Resmi Terbentuk, Pengurus SMSI Malang Raya Berencana Audensi Bersama Forkopimda Angkat Isu Terkini
Safari Ramadan di Kelurahan Sisir, Wakil Wali Kota Batu Sampaikan Program 1.000 Sarjana Siap Direalisasikan
Berita ini 229 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:23 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Pemkab Malang 2026: 25 ASN Daftar, 11 Gugur Administrasi, 14 Lolos ke Tahap Asesmen Jatim

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:46 WIB

Sekolah Unggulan Disorot, Merger SDN Tak Terhindarkan: DPRD Malang Ungkap Akar Masalah Pendidikan

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17 WIB

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Senin, 9 Februari 2026 - 18:43 WIB

44 Cabor Mengunci Arah, Darmadi Melaju Nyaris Tanpa Perlawanan di Bursa Ketua KONI Kabupaten Malang

Senin, 9 Februari 2026 - 15:09 WIB

Seleksi JPT Pratama Pemkab Malang Disinyalir Sekadar Formalitas, Pendaftar Minim hingga Nama “Pemenang” Sudah Beredar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:31 WIB

Zia’ulhaq Resmi Maju Ketua KONI Kabupaten Malang, Klaim Dukungan Lebih dari Delapan Cabor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:56 WIB

Wabup Malang Tegaskan Sekolah Terintegrasi Jadi Arah Kebijakan Pendidikan, 10 SMPN Disiapkan Jadi Pilot Project 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:01 WIB

Dispora Kabupaten Malang Digeledah Kejari, Kasus Dana Hibah KONI Masuk Fase Krusial

Berita Terbaru

Ket foto. Akses jalan depan Balai desa Purwoasri Kecamatan Singosari yang terendam air

Kabupaten Malang

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Kamis, 12 Feb 2026 - 09:17 WIB