Ketahanan Pangan Inovatif: Sinergi Polri & Warga di Wonorejo Pasuruan

- Redaksi

Jumat, 11 April 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PENDOPOSATU.ID, PASURUAN – Inovasi sistem pangan lokal berbasis komunitas terus digencarkan.
Kali ini, Bhabinkamtibmas Polsek Wonorejo mengambil peran strategis dalam penguatan ketahanan pangan melalui pendekatan teknologi tepat guna: budidaya padi hidroponik dan ikan lele terintegrasi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, Kamis (10/4/2025).

Program ini menjadi bagian dari skema 1 Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang secara langsung mendukung agenda strategis pemerintah dalam menciptakan ekonomi pangan rumah tangga berbasis kemandirian.

Kapolsek Wonorejo, AKP Sugiyanto, S.H., menyebutkan bahwa pendekatan ini merupakan bentuk konkret partisipasi institusi Polri dalam desentralisasi model produksi pangan.

“Kita ingin mendorong transformasi masyarakat dari konsumen pasif menjadi produsen aktif berbasis pekarangan. Ini adalah langkah mikroekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada rantai distribusi konvensional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengapresiasi model ini sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pangan tangguh.

“Ketahanan pangan bukan hanya isu pertanian, melainkan juga isu keamanan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Inovasi hidroponik dan budidaya lele ini relevan dengan tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas bukan sebatas monitoring, tetapi juga sebagai fasilitator teknis dan jembatan komunikasi antar-aktor lokal.

“Kami pastikan keberlanjutan program ini berjalan dengan prinsip pendampingan partisipatif,” tegas Jazuli.

Dari sisi masyarakat, respons positif terus bermunculan. Salah satu petani mengungkapkan efisiensi model ini.

“Kami bisa panen padi tanpa sawah, cukup pekarangan dan nutrisi air. Pendampingan dari polisi benar-benar membantu kami adaptasi teknologi,” katanya.

Sebagai prototipe ekonomi pekarangan yang adaptif, program ini diharapkan menjadi model replikasi di berbagai desa di Kabupaten Pasuruan.
Hal ini, sekaligus memperkuat sinergi antara aktor negara dan masyarakat sipil dalam menjawab tantangan struktural ketahanan pangan nasional. (dul)

Baca Juga :  Jaringan Narkoba di Prigen Terbongkar! Dua Pengedar Sabu Dibekuk Satresnarkoba Polres Pasuruan

Penulis : Abdul

Editor : Gus

Berita Terkait

Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp4 Miliar untuk Rehabilitasi 9 Gedung Kantor di 2026, Dinas Cipta Karya Jadi Pelaksana
Siswi MAN 1 Pasuruan Raih Puteri Berbakat PPPI Jatim 2026, Harumkan Nama Madrasah di Tingkat Provinsi
Tahun 2026, Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Bedah 125 Rumah Tidak Layak Huni
Gubernur Khofifah Resmikan Penanganan Kawasan Kumuh Terintegrasi Bendomungal Bangil, Anggaran Rp9 Miliar Ubah Lingkungan Jadi Sehat dan Produktif
Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pasca Pengerusakan Makam di Winongan
HUT TNI ke – 80 Panglima TNI Buka Kejurnas Motocross 2025 di Sirkuit Airlangga Gempol Pasuruan 
Warga Oro-Oro Ombo Wetan Sambut Gembira Program Pengeboran Air dari Dana Desa
Hari Jadi Kabupaten Pasuruan Ke 1096

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB