Malang, pendoposatu.id – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB daerah pemilihan Malang Raya, Hasanudin Wahid, menegaskan bahwa orientasi politik Partai Kebangkitan Bangsa bukan untuk mencari keuntungan kekuasaan, melainkan memastikan kebijakan negara berpihak pada kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Hasanudin Wahid usai menghadiri sarasehan politik bertema “Satu Barisan Melipatgandakan Kemenangan” yang digelar oleh DPC PKB Kabupaten Malang di Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2026).
Menurut Hasanudin, karakter politik PKB sejak awal dibangun dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, setiap langkah politik yang diambil partai selalu diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“PKB itu kalau di politik tidak mencari untung. Jadi kalau ditanya menguntungkan atau tidak, itu bukan watak PKB. Yang penting bagi PKB adalah apa yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” ujar Hasanudin.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan politik bukan hanya soal kemenangan elektoral atau jabatan, tetapi sejauh mana kebijakan negara mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menciptakan kehidupan politik yang lebih beradab.
“Ukuran kita jelas, apakah rakyat semakin sejahtera atau tidak, apakah politik semakin beradab atau tidak, dan apakah pemerintah mendapat dukungan untuk bekerja bagi kepentingan rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasanudin juga menekankan pentingnya seluruh kekuatan politik nasional memberikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan lintas kekuatan politik dibutuhkan agar program pemerintah dapat berjalan maksimal dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bahu-membahu seluruh kekuatan politik untuk membantu sepenuhnya Pak Prabowo dan pemerintahannya, agar percepatan kesejahteraan masyarakat bisa segera terwujud,” katanya.
Ia menilai pemerintah telah melakukan langkah antisipatif terhadap dinamika global yang berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi nasional, termasuk dampak konflik geopolitik internasional.
“Insya Allah situasi masih dalam kendali. Turbulensi akibat perang Iran–Israel atau situasi global lainnya sudah diantisipasi oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurut Hasanudin, Presiden Prabowo secara aktif mengajak berbagai elemen bangsa berdialog untuk membahas kondisi geopolitik dunia dan strategi pemerintah menghadapi tantangan global.
“Para tokoh, kekuatan politik, hingga elemen civil society diajak berdiskusi di Istana. Dijelaskan situasi geopolitik dunia dan langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik menghadapi situasi global yang berkembang saat ini.
“Masyarakat yang penting tetap tenang, jalankan aktivitas seperti biasa, dan percayakan kepada pemerintah serta para elite bangsa untuk mengelola situasi ini,” jelasnya.
Selain itu, Hasanudin juga menyoroti komitmen pemerintah dalam menata pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Menurutnya, pemerintah tengah berupaya menertibkan pengelolaan aset negara agar benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.
“Pemerintah ingin menertibkan semuanya, tidak boleh ada lagi praktik illegal mining atau pengelolaan sumber daya alam yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh jajaran pemerintah yang menjalankan kebijakan tersebut memiliki visi yang sama dengan Presiden Prabowo agar implementasinya berjalan maksimal.
“Kita berharap semua yang menangani kebijakan itu satu visi dengan Presiden, sehingga tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya,” katanya.
Di sisi lain, Hasanudin mengaku saat ini juga aktif memantau kondisi harga bahan pokok selama Ramadan. Sebagai anggota DPR yang membidangi sektor keuangan, ia melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar di Malang Raya untuk melihat potensi inflasi.
“Saya keliling selama Ramadan untuk mengecek apakah terjadi inflasi dan melihat langsung kenaikan harga bahan pokok,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan sementara, ia menyebut harga cabai keriting masih relatif tinggi, meski pemerintah daerah mulai melakukan langkah penanganan melalui berbagai mekanisme pengendalian harga.
“Yang masih tinggi itu cabai keriting. Tapi pemerintah daerah sudah mulai melakukan penanganan melalui Satgas Pangan,” katanya.
Hasanudin menjelaskan bahwa mahalnya harga komoditas seringkali disebabkan oleh persoalan distribusi yang tidak efisien. Karena itu, jalur distribusi bahan pangan perlu ditata agar harga di tingkat konsumen tetap stabil.
“Distribusi harus ditertibkan. Misalnya wortel, Malang ini daerah penghasil, tidak perlu ke kota lain dulu baru kembali lagi ke Malang. Jalurnya harus jelas supaya harga tidak mahal,” ujarnya.
Terkait dinamika politik daerah, Hasanudin juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengusulkan kepada DPP PKB terkait posisi pimpinan di DPRD Kabupaten Malang. Ia menyebutkan, dengan raihan tiga kursi di parlemen daerah, PKB mengajukan usulan agar kadernya dapat mengisi posisi Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Selain sarasehan, DPC PKB Kabupaten Malang juga membagikan takjil pada warga masyarakat sekitar
Hadir pada sarasehan, Ketua dan seluruh pengurus, kader dan simpatisan PKB se kabupaten Malang.
Penulis : nes











