Malang, pendoposatu.id – Semangat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman kembali ditegaskan melalui kegiatan halal bihalal lintas agama yang diselenggarakan Kodim 0833/Kota Malang di Aula Makodim 0833, Sabtu (28/3/2026). Momentum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di Kota Malang.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai unsur penting ini diikuti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua GM FKPPI Jawa Timur Ir. Agoes Soerjanto, para tokoh agama lintas keyakinan, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam merawat toleransi dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Ketua FKUB Kota Malang, Drs. H. Ahmad Taufik, M.Ag., menegaskan bahwa halal bihalal tidak hanya menjadi tradisi pasca Idul Fitri, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat yang beragam latar belakang agama dan budaya.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa persaudaraan dan kebersamaan adalah fondasi utama menjaga keutuhan bangsa. Dengan saling menghormati dan memperkuat kasih sayang, Indonesia akan tetap kokoh,” ujarnya.

Komandan Kodim 0833/Kota Malang, Letkol Inf. Dedy Aziz, menambahkan bahwa stabilitas wilayah sangat ditentukan oleh sinergi seluruh elemen masyarakat, khususnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur adat yang mampu menjadi perekat dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan kolaboratif menjadi kunci menjaga suasana tetap aman dan harmonis. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar bohong atau hoaks yang berpotensi memecah persatuan.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi upaya memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta menjaga persaudaraan dalam bingkai kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan bangsa melalui partisipasi aktif, pemikiran konstruktif, serta komitmen menjaga nilai toleransi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, ramah tamah, serta dialog kebangsaan yang menekankan pentingnya saling menghormati, menjaga persatuan, dan memperkuat nilai-nilai toleransi antarumat beragama.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun hubungan yang semakin solid antar elemen masyarakat di Kota Malang sehingga mampu terus menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif.(red)
Penulis : red











