Bersih Desa Purwodadi: Perpaduan Unik Spiritualitas Dan Atraksi Seni Budaya Memukau

- Redaksi

Senin, 9 Desember 2024 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh Farah Atika Firdausah Abas
Mahasiswi S1 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Seni Dan Musik

PENDOPOSATU.ID, MALANG – Gelar Selamatan dengan tradisi bersih desa yang digelar di balai desa Purwodadi, sukses menyuguhkan perpaduan antara spiritualitas dan seni. Penampilan khas grup musik Al Banjari Shubbanul Muslimin yang membawakan lagu-lagu islami, mampu memukau dan menghibur Masyarakat. Sabtu (30/11/2024) malam.

Tradisi bersih desa yang digelar tiap tahun sendiri merupakan ungkapan rasa syukur warga kepada Tuhan YME atas segala nikmat yang telah diberikan kepada warga desa, selain itu dengan dihelatnya bersih desa juga turut menciptakan kerukunan antar sesama warga yang bergotong royong mensukseskan acara.

Selamatan desa Purwodadi sendiri dihadiri berbagai elemen masyarakat, Kepala Desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh agama K.H. Kholil serta ratusan warga desa Purwodadi yang antusias turut berpartisipasi.

“Suara merdu para pemain, dipadu dengan harmonisasi yang apik yang dibawakan grup musik Al Banjari Shubbanul Muslimin berhasil menghipnotis penonton. Kualitas suara yang dihasilkan pun sudah sangat baik, berkat dukungan sound system yang mumpuni.”

Penampilan musik Al Banjari Shubbanul Muslimin, menjadi oase di tengah rangkaian acara, membuktikan bahwa seni dan budaya lokal masih sangat hidup dan relevan.

Namun, di balik kesuksesan penampilan Al Banjari Shubbanul Muslimin, masih terdapat beberapa catatan penting terkait penyelenggaraan acara secara keseluruhan.

“Salah satu yang paling mencolok adalah kurangnya persiapan pada aspek visual. Panggung yang menjadi pusat perhatian terlihat kurang menarik dengan pencahayaan yang minim dan dekorasi yang seadanya.”

Hal ini tentu saja mengurangi daya tarik pertunjukan, sehingga suasana acara yang seharusnya menarik menjadi terkesan biasa saja dan kurang memberikan pengalaman estetika yang maksimal bagi penonton.

Baca Juga :  Angkutan Pelajar Gratis di Kota Batu Resmi Mulai Beroperasi

“Faktor cuaca juga seharusnya menjadi pertimbangan yang krusial, mengingat hujan yang sewaktu-waktu dapat turun tentu akan sangat memengaruhi jumlah penonton dan kelancaran acara.”

Oleh karena itu, penyelenggara perlu lebih cermat dalam mempersiapkan segala kemungkinan, misalnya dengan menyediakan tenda atau panggung tertutup mengatasi segala kemungkinan saat acara berlangsung.

“Dengan sedikit sentuhan kreatif pada tata panggung dan pencahayaan, penampilan Al Banjari Shubbanul Muslimin seharusnya bisa menjadi lebih spektakuler dan membekas di hati penonton.”

Selain itu perencanaan waktu yang tepat juga menjadi sangat penting, karena perhelatan sebesar bersih desa membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk antisipasi terhadap cuaca buruk dan kemungkinan kendala teknis lainnya, agar pengalaman audiens dapat ditingkatkan di masa mendatang.

Adanya partisipasi masyarakat yakni dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam persiapan acara, tentunya dapat meningkatkan rasa memiliki dan partisipasi mereka.

“Tradisi bersih desa adalah warisan budaya yang sangat berharga. Namun, untuk menjaga kelestarian dan daya tariknya, perlu ada upaya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraannya.”

Dengan memperhatikan aspek teknis, melibatkan lebih banyak pihak, dan terus berinovasi, acara ini dapat menjadi ajang yang lebih meriah dan berkesan.

Acara bersih desa juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sebuah event pariwisata yang menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah jika di kelola secara profesional.

“Mendokumentasikan seluruh rangkaian acara dengan baik dapat menjadi bahan promosi dan pelestarian budaya Bersih Desa.”

Kolaborasi dengan Seniman Lokal, melibatkan seniman lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan acara dapat memperkaya khazanah budaya dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa meskipun penampilan menarik dan penuh semangat, aspek teknis dan kondisi cuaca perlu diperhatikan. Harapannya acara bersih desa mendatang dapat berlangsung lebih meriah dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Wacanakan Datangkan 1.070 Sapi FH Australia, Nawasena Perkuat Ekonomi Peternakan Pasuruan

 

Penulis : redaksi

Editor : Seno

Berita Terkait

Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota Perketat Ramp Check Bus dan Angkutan Umum
Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Malang Bidik Pelanggaran Fatal Lalu Lintas
Warga Hilang Diduga Terseret Ombak di Pantai Balekambang, Pencarian Intensif Libatkan TNI-Polri dan SAR
Ledakan Ketel Pabrik Tahu di Pakisaji Malang Tewaskan Pekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp4 Miliar untuk Rehabilitasi 9 Gedung Kantor di 2026, Dinas Cipta Karya Jadi Pelaksana
Polres Malang Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Hati Nurani
Siswi MAN 1 Pasuruan Raih Puteri Berbakat PPPI Jatim 2026, Harumkan Nama Madrasah di Tingkat Provinsi
Warga Tolak Portal E-Toll Bendungan Lahor, Kartu “Gratis” Dinilai Tetap Membebani

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB