HUT ke-184 Desa Ngabab Jadi Bukti Kekuatan Gotong Royong dan Pelestarian Budaya di Malang

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Perayaan Hari Ulang Tahun Desa Ngabab Kecamatan Pujon yang dihadiri Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib beserta jajaran OPD, Forkopimcam dan Pemerintahan Desa Ngabab

Ket foto. Perayaan Hari Ulang Tahun Desa Ngabab Kecamatan Pujon yang dihadiri Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib beserta jajaran OPD, Forkopimcam dan Pemerintahan Desa Ngabab

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-184 Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus mengembangkan potensi wisata budaya desa. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan digelar secara swadaya dengan dukungan penuh warga tanpa menggunakan anggaran desa.

Perwakilan panitia, Anang Wahyudi, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pelaksanaan acara. Di wilayah Krajan Ngabab terdapat 24 RT dan 4 RW yang bersama-sama mendukung terselenggaranya perayaan tahunan tersebut.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa pemanfaatan fasilitas desa untuk kegiatan. Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga dan melestarikan adat istiadat warisan leluhur agar keberkahan, kerukunan, keamanan, dan kesejahteraan selalu menyertai warga Desa Ngabab,” ujar Anang.

Dana penyelenggaraan kegiatan berasal dari kontribusi masyarakat melalui masing-masing RT serta dukungan donatur dan sponsor yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya desa. Model pembiayaan swadaya tersebut dinilai menjadi salah satu bukti tingginya rasa memiliki masyarakat terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Puncak peringatan HUT ke-184 Desa Ngabab yang berlangsung Senin (1/6/2026) dipadati ribuan warga. Perayaan yang juga dikenal sebagai tradisi Bersih Desa itu dimeriahkan dengan Upacara Adat Pecah Cikal dan Pawai Budaya yang menampilkan beragam kesenian tradisional serta kekayaan budaya lokal.

Ketua panitia menjelaskan peringatan tahun ini mengusung tema “Harmoni Nyawiji Hanggayokapti”. Tema tersebut mengandung makna keselarasan, persatuan, kerukunan, serta cita-cita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Tema ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya yang menitikberatkan pada persatuan. Tahun ini seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menyelaraskan peran masing-masing untuk bersama-sama membangun desa, melestarikan budaya, memajukan pendidikan, mengembangkan perekonomian, dan menjaga kerukunan demi kesejahteraan bersama,” jelas panitia.

Selain menjadi momentum kebersamaan warga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pewarisan budaya kepada generasi muda. Tradisi Pecah Cikal yang menjadi ikon perayaan memiliki makna sebagai simbol asal-usul atau cikal bakal berdirinya Desa Ngabab.

“Melalui kegiatan adat yang kami sebut Pecah Cikal, yang bermakna asal-usul atau cikal bakal Desa Ngabab, kami berupaya menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya,” ungkap panitia.

Perayaan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Malang, perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta pelaku seni budaya.
Dalam sambutannya, Lathifah mengapresiasi masyarakat Desa Ngabab yang tetap mampu mempertahankan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, perjalanan Desa Ngabab selama 184 tahun menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi fondasi pembangunan desa.

“Ini merupakan bukti nyata semangat masyarakat dalam membangun desa yang maju, harmonis, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” katanya.

Lathifah menilai budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi sektor wisata unggulan. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, Desa Ngabab dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya di Kabupaten Malang.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti Pawai Budaya dan Upacara Adat Pecah Cikal mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan daerah sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

“Budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Rangkaian peringatan HUT ke-184 Desa Ngabab dijadwalkan berlangsung hingga 8 Juni 2026. Melalui semangat kebersamaan yang masih terjaga kuat, masyarakat berharap tradisi Bersih Desa tetap lestari dan mampu menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Desa Ngabab di masa mendatang.

Penulis : nes

Editor : redaksi

Berita Terkait

Lagi Rapat Paripurna, Warga Protes Dan Kecewa Terkait Tindak Lanjut RDPU Polemik Bendungan Lahor
Bupati Malang Luncurkan Eco Office Demi Transformasi Budaya Kerja Ramah Lingkungan
PAN Targetkan 30 Ribu Warga Hadiri Puncak HUT ke-28 di Stadion Kanjuruhan, Gus Iqdam Dijadwalkan Mengisi Pengajian
Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3
Rampungkan Struktur Ranting PDIP Kota Malang Beri Panggung Gen Z Jadi Subjek Perubahan
DPRD Malang Desak Pembenahan JKN, 33 Persen Warga Belum Terlindungi Secara Aktif
Komisi I DPRD Kabupaten Malang Desak Roadmap Atasi Krisis 3.179 ASN
Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:31 WIB

Lagi Rapat Paripurna, Warga Protes Dan Kecewa Terkait Tindak Lanjut RDPU Polemik Bendungan Lahor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Bupati Malang Luncurkan Eco Office Demi Transformasi Budaya Kerja Ramah Lingkungan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:56 WIB

PAN Targetkan 30 Ribu Warga Hadiri Puncak HUT ke-28 di Stadion Kanjuruhan, Gus Iqdam Dijadwalkan Mengisi Pengajian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:09 WIB

DPRD Malang Desak Pembenahan JKN, 33 Persen Warga Belum Terlindungi Secara Aktif

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Malang Desak Roadmap Atasi Krisis 3.179 ASN

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Fokus Kompetensi Dan Kolaborasi, Malang Migrant Center Ubah Paradigma Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru