Puluhan Ribu Jamaah Haul Berdoa Agar Dapat Pemimpin Yang Ikhlas

- Redaksi

Minggu, 7 Januari 2024 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Haul yang dihdiri KH. Agus Muhammad Iqdam Kholid atau yang biasa dikenal Gus Iqdam

Foto : Haul yang dihdiri KH. Agus Muhammad Iqdam Kholid atau yang biasa dikenal Gus Iqdam

PENDOPOSATU.id, Blitar – Puluhan ribu jama’ah padati Haul di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Hikam, Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar ada Minggu (7/1/2024).

Acara yang dilaksanakan mulai pagi hingga siang hari itu dihadiri berbagai tokoh. Hadirnya haul tersebut tidak lepas dari inisiasi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. serta Ketua paguyuban keluarga besar Kyai Ageng Basyariah, KH Raden Mas Hadi Prawironegoro.

Pria yang akrab disapa Gus Hadi, mengungkap bahwa acara ini tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi antar umat. mengingat bahwa saat ini memasuki musim politik yang rentan akan gesekan antar sesama.

“Kita ini keluarga, tidak hanya untuk keluarga besar Basyariah saja, namun sebagai keluarga seluruh masyarakat se-indonesia. Kerukunan itu harus dijaga dan dirawat bersama-sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang sekaligus pengasuh ponpes Al-Hidayah Mojokerto itu mengajak seluruh jama’ah untuk berdoa bersama. Hal itu bertujuan untuk mengharap rida Allah SWT agar pemimpin negara yang terpilih nanti memberikan hasil terbaik.

Turut hadir pula para kyai dan tokoh ulama se-Jawa Timur, salah satunya yakni kyai kondang, KH. Agus Muhammad Iqdam Kholid atau yang biasa dikenal Gus Iqdam. Beliau juga merupakan salah satu keturunan dari Kyai Ageng Basyariyah.

Dalam Mauizatul Hasanahnya, Gus Iqdam menyampaikan bahwa karakteristik pemimpin yang ideal itu harus mampu rendah hati dan lapang dada. Menurutnya, itu menjadi hal dasar yang harus ditekankan. Maksud pemimpin di sini tidak serta merta untuk presiden saja, namun juga untuk tokoh agama, kyai, gus, serta kepala rumah tangga.

“Para hadirin, jadi pemimpin itu tidak mudah. Kyai, gus, ustaz, dan suami itu juga pemimpin. Harus banyak ikhlas dan berjuang,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Malang Tegaskan Pentingnya Netralitas Personel Polri dalam Pemilu 2024

Terakhir, Kyai kondang itu berpesan pada masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Bisa dilakukan dengan hal yang sederhana. Misalnya denganenantiasa menjauhkan diri dari perasaan iri dan dengki.

“Wes, jangan ada rasa iri dan dengki, gampangnya jangan pernah ada rasa itu kepada tetangga sendiri. Itu kalau dijalankan dengan maksimal, persatuan bangsa dan negara akan menjadi semakin kuat,” tutupnya. (Red)

Penulis : Dudung

Editor : Suseno

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Malang Bidik Pelanggaran Fatal Lalu Lintas
Warga Hilang Diduga Terseret Ombak di Pantai Balekambang, Pencarian Intensif Libatkan TNI-Polri dan SAR
Ledakan Ketel Pabrik Tahu di Pakisaji Malang Tewaskan Pekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp4 Miliar untuk Rehabilitasi 9 Gedung Kantor di 2026, Dinas Cipta Karya Jadi Pelaksana
Polres Malang Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Hati Nurani
Siswi MAN 1 Pasuruan Raih Puteri Berbakat PPPI Jatim 2026, Harumkan Nama Madrasah di Tingkat Provinsi
Warga Tolak Portal E-Toll Bendungan Lahor, Kartu “Gratis” Dinilai Tetap Membebani
Polres Malang Libatkan Orang Tua Cegah Bullying, Sosialisasi Digelar di SDN 02 Sukodadi Wagir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB