Seleksi JPT Pratama Pemkab Malang Disinyalir Sekadar Formalitas, Pendaftar Minim hingga Nama “Pemenang” Sudah Beredar

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Kantor BKPSDM Kabupaten Malang

Ket foto. Kantor BKPSDM Kabupaten Malang

Malang, pendoposatu.id – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang kembali memantik kecurigaan publik. Proses yang seharusnya menjadi instrumen utama reformasi birokrasi itu justru disinyalir hanya menjadi formalitas belaka, menyusul minimnya jumlah pendaftar hingga munculnya dugaan pengkondisian jabatan sejak awal.

Informasi yang dihimpun pendoposatu.id menyebutkan, rendahnya minat pejabat untuk mendaftar seleksi membuat panitia dan internal birokrasi mengambil jalan pintas. Sejumlah kepala bidang dan sekretaris badan di lingkungan BKPSDM Kabupaten Malang disebut “diminta” ikut seleksi demi menggugurkan syarat administratif agar tahapan seleksi tetap dapat digelar.

Pada Jumat pekan lalu, para pejabat tersebut diinformasikan mengikuti tes kesehatan. Ironisnya, pada Senin berikutnya, mereka kembali diarahkan untuk mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka JPTP, bukan atas dasar kompetisi, melainkan untuk menambal kekosongan jumlah pendaftar.

“Kalau tidak diminta, seleksi ini bisa gagal karena pendaftarnya minim,” ujar sumber internal Pemkab Malang, Senin (9/2/2026).

Langkah tersebut langsung menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, sejumlah pejabat yang diarahkan mendaftar disebut belum sepenuhnya memenuhi syarat kepangkatan dan jenjang jabatan sebagaimana diatur dalam ketentuan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

“Ini bukan soal mau atau tidak mau mendaftar. Tapi soal aturan pangkat dan eselon. Banyak yang didorong ikut seleksi, padahal secara normatif masih bermasalah,” kata sumber tersebut.

Jika benar demikian, maka seleksi terbuka JPTP tak lebih dari sekadar ritual administratif, yang jauh dari semangat merit system dan profesionalisme birokrasi.

Keanehan lain muncul dari data kekosongan jabatan eselon II di Pemkab Malang. Tercatat ada enam jabatan strategis yang kosong, yakni Inspektorat, Dinas PU SDA, Staf Ahli Bupati, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Satpol PP.

Baca Juga :  Pangdivif 2 Kostrad Tutup The 5th National Open Karate Championship 2024

Namun anehnya, seleksi terbuka saat ini hanya dibuka untuk tiga jabatan. Sementara tiga jabatan lainnya justru disebut akan diisi melalui mekanisme lain.

“Kenapa hanya tiga jabatan yang diseleksi terbuka? Lalu tiga jabatan kosong lainnya mau diisi lewat jalur apa?,” ujar sumber internal mempertanyakan.

Informasi lain yang diterima pendoposatu.id menyebutkan, mekanisme job fit disiapkan sebagai jalan pintas pengisian jabatan tertentu sebelum akhirnya kembali diseleksi terbuka.

“Itu semua hanya retorika Norman (Nurman Ka.BKPSDM Kabupaten Malang),” tegas sumber.

Nama-nama pun mulai mencuat. Inspektorat disebut akan diisi AW dari Kesbangpol, Dinas PU SDA oleh YH, dan Staf Ahli Bupati oleh WW. Setelah itu, barulah seleksi terbuka digelar.

“Kalau polanya seperti ini, selter hanya jadi pelengkap. Orangnya sudah disiapkan, proses tinggal mengikuti,” ungkap sumber lain.

Yang lebih memprihatinkan, di tengah proses pendaftaran yang masih berlangsung, nama-nama yang disebut akan ‘menang’ justru sudah ramai dibicarakan di internal birokrasi.

“Ini sudah jadi rahasia umum. AS diarahkan ke Disperindag, AZ ke DLH, dan IG ke Satpol PP,” ujar sumber tersebut.

Situasi ini semakin menguatkan dugaan bahwa seleksi JPTP tidak lagi berbasis kompetisi terbuka, melainkan telah diarahkan sejak awal.

“Kalau pemenangnya sudah dikunci sebelum seleksi selesai, lalu apa makna seleksi terbuka?” tegasnya.

Seleksi JPT Pratama sejatinya menjadi barometer komitmen pemerintah daerah terhadap reformasi birokrasi. Namun rangkaian fakta di atas justru menunjukkan indikasi sebaliknya: minim peminat, manipulasi administratif, hingga dugaan kuat pengkondisian jabatan.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya  Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, secara tegas membantah anggapan adanya praktik titipan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dan diawasi langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Malang Percepat Penerbitan SLHS, SPPG Wajibkan Kursus Penjamah Makanan Demi Cegah Keracunan

“Pada prinsipnya kami berterima kasih atas fungsi pengawasan dari Komisi I DPRD Kabupaten Malang. Namun perlu kami sampaikan, seluruh rangkaian seleksi terbuka JPTP dilaksanakan melalui sistem dan aplikasi yang terkoneksi serta terpantau langsung oleh BKN RI,” tegas Nurman, saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (6/2/2026).

BKPSDM menilai narasi tersebut prematur. Hingga hari-hari awal pendaftaran, proses seleksi masih berjalan dan belum dapat disimpulkan secara final.

“Kami yakin sampai batas akhir pendaftaran pada 9 Februari masih akan ada pendaftar. Jadi tidak benar jika disebut pendaftarnya sedikit,” pungkas Nurman.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Zia’ulhaq Resmi Maju Ketua KONI Kabupaten Malang, Klaim Dukungan Lebih dari Delapan Cabor
Wabup Malang Tegaskan Sekolah Terintegrasi Jadi Arah Kebijakan Pendidikan, 10 SMPN Disiapkan Jadi Pilot Project 2026
Dispora Kabupaten Malang Digeledah Kejari, Kasus Dana Hibah KONI Masuk Fase Krusial
Bupati Malang Tegaskan Penguatan Sekolah Unggulan, SMPN 1 Bululawang Dinilai Berprestasi namun Masih Kekurangan Sarana
Bursa Ketua KONI Kabupaten Malang Sepi Peminat, Darmadi Jadi Pendaftar Tunggal Musorkablub 2026
Pelayanan Dispendukcapil Pasuruan Disorot, Urus KTP Anak Warga Bangil Mandek Lebih dari Sebulan
Komisi I DPRD Malang Warning Keras Pansel: Jangan Main-main dalam Seleksi JPTP, Semua Aduan Akan Ditindaklanjuti
Hujan Deras Disertai Angin, Pohon Sonokeling Tumbang di Turen, BPBD Kabupaten Malang Bergerak Cepat Amankan Lalu Lintas

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:51 WIB

Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Malang 2026: Hentikan Sandiwara, Bongkar Mafia Jabatan Jika Masih Ada

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:53 WIB

Anak Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid, Cermin Kelalaian Sosial di Tengah Kesalehan Simbolik

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:28 WIB

Satu Panggung untuk Palestina, Dari Bumi Arema untuk Dunia

Senin, 7 Juli 2025 - 15:25 WIB

Kekerasan Atas Nama Mayoritas di Sukabumi, Sebuah Erosi Spiritualisme Mengeringkan Rasa Kemanusiaan

Minggu, 11 Mei 2025 - 23:39 WIB

Jejak Panjang Uang, Antara Berkah dan Belenggu Peradaban

Rabu, 2 April 2025 - 21:16 WIB

Eksklusif! Pengalaman Mudik ke Luar Angkasa Ternyata Ada di Planet Dampit!

Senin, 24 Maret 2025 - 21:29 WIB

Perspektif Mahasiswa: Tindakan Represif Aparat Menangani Demonstrasi di Malang Dalam Ruang Demokrasi

Selasa, 7 Januari 2025 - 10:22 WIB

KEJAHATAN SKIMMING: ANCAMAN DOMPET DIGITAL

Berita Terbaru

Ket foto. Pidato Kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto pada satu abad lahirnya NU di Stadion Gajayana Kota Malang

Tajuk

NU Satu Abad, Prabowo dan Ujian Persatuan Bangsa

Minggu, 8 Feb 2026 - 16:14 WIB