Rapat Paripurna DPRD kabupaten Malang Mendengarkan Pidato Kenegaraan Terakhir Presiden Jokowi, APBN 2025 dirancang menjaga stabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan 

- Redaksi

Jumat, 16 Agustus 2024 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU.ID, KABUPATEN MALANG – Bupati Malang Bersama Anggota DPRD Kabupaten Malang rapat paripurna mengikuti pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian pengantar pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang APBN Tahun 2025 beserta nota keuangan yang digelar di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kepanjen pada pada Jum’at (16/08/2024) siang.

Rapat Paripurna di gedung DPRD kabupaten Malang yang menyaksikan dan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo yang digelar setiap tahun dihadiri Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M., Ketua DPRD Kabupaten Malang, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Unsur Forkopimda, Kepala Kemenag kabupaten Malang, Pimpinan Instansi, Perguruan Tinggi dan Perbankan, Tokoh Agama, Anggota DPRD, Tokoh Masyarakat, Ketua PKK, dan tamu undangan.

Ket foto. Bupati Malang H.M Sanusi bersama Ketua, Wakil dan anggota DPRD kabupaten Malang, Forkopimda dan OPD saat menyaksikan dan mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo

Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan terakhirnya yang disiarkan secara virtual di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Jokowi memberikan apresiasi atas  ketangguhan bangsa Indonesia yang mampu melewati berbagai tantangan berat selama 10 tahun terakhir, mulai dari pandemi Covid 19, gejolak geopolitik global, perang dagang dan berbagai ancaman krisis, serta perubahan iklim yang menimbulkan banyak bencana.

“Alhamdulillah, walau diterpa banyak tantangan dan ketidakpastian, kondisi politik dan ekonomi kita tetap stabil, bahkan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga menyampaikan APBN harus dimanfaatkan memperkokoh lompatan kemajuan, sehingga Indonesia bisa keluar dari middle income trap, yaitu dengan memanfaatkan bonus demografi, melanjutkan transformasi ekonomi, meningkatkan daya tarik investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

“APBN 2025 dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Presiden mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu terjaga di kisaran 5,0 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan global yang sebesar 3,4 persen. selain daripada itu  penyusunan R.APBN 2025 didasarkan pada asumsi inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5%, dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,2%.

Baca Juga :  Sambut HUT Bhayangkara ke 78, Sebanyak 32 Tim SSB Ikuti Festival Sepak Bola U-12

“Rasio utang kita juga menjadi salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara-negara G20 dan ASEAN. Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia naik lebih dari 70 persen, mencapai 259 miliar US dollar di tahun 2023. Neraca transaksi berjalan secara bertahap terus menguat. Dan, neraca dagang selalu mencatat surplus selama 51 bulan terakhir ini,” jelas Jokowi.

Menurut Jokowi indikator kesejahteraan masyarakat juga meningkat signifikan dimana tingkat pengangguran turun menjadi 4,8 persen di tahun 2024 dan tingkat kemiskinan turun tajam menjadi 9,03 persen di tahun 2024 selain itu angka kemiskinan ekstrem juga turun signifikan menjadi 0,83 persen di tahun 2024.

“Kita juga telah merasakan kemajuan pembangunan infrastruktur yang Indonesia sentris. Mulai dari jalan tol, jalan nasional, bendungan, irigasi, pelabuhan, bandara, pembangunan IKN Nusantara, dan masih banyak yang lainnya,” imbuhnya.

Di sektor kesehatan, sambungnya, upaya perbaikan sektor kesehatan juga menunjukkan hasil yang baik di mana angka kematian bayi turun dari sebelumnya 27 per seribu kelahiran menjadi 17 per seribu kelahiran di tahun 2023. Angka prevalensi stunting turun dari sebelumnya 37 persen menjadi 21,5 persen di tahun 2023.

“Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga meningkat dari sebelumnya 133 juta menjadi sekarang 273 juta di tahun 2024. Di mana separuh dari jumlah tersebut adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi menekankan perlunya melanjutkan reformasi struktural, terjaganya kebijakan fiskal yang sehat, dan desain belanja dan pendapatan serta pembiayaan yang dirancang fleksibel untuk menghadapi ketidak pastian ekonomi.

“Kita harus terus melanjutkan reformasi struktural, menjaga kebijakan fiskal yang sehat dan kredibel, dan meningkatkan kolaborasi kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan,” tutur Jokowi.

Baca Juga :  SMK Ar-Roudloh Gedangan Resmi Launching 2026, 260 Siswa Nikmati Sekolah dan Mondok Gratis

Presiden Jokowi membeberkan terkait strategi kebijakan jangka pendek yang difokuskan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kesejahteraan dan pemerataan antar daerah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan ekosistem pendidikan, penguatan lumbung pangan, dan peningkatan permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu dirinya bersama pemerintah juga terus bekerja keras untuk membangun SDM yang unggul, berdaya saing, produktif, dan inovatif melalui reformasi pendidikan, transformasi sistem kesehatan, dan penguatan jaring pengaman sosial.

“Bantuan pendidikan terus diberikan untuk masyarakat miskin dan rentan. Program Indonesia Pintar (KIP) untuk pendidikan sekitar 20 juta siswa per tahun diberikan. Program KIP Kuliah dan Bidik Misi untuk pendidikan 1,5 juta mahasiswa. Serta, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk pendidikan sekitar 45 ribu mahasiswa,” pungkas Presiden Jokowi.

Penulis : soeseno

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat
Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat
Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026
Pesan Mahrus Soleh di Halal Bihalal TI Group: Kebersamaan dan Kesejahteraan
Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas
Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran
Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif
Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:53 WIB

Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:08 WIB

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:19 WIB

Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 22:08 WIB

Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:56 WIB

Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:36 WIB

Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:07 WIB

Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Malang dan Bank Jatim Gelar Pasar Murah, Ribuan Kupon Subsidi Sembako Disiapkan

Berita Terbaru

Ket foto. Tim gabungan dan BPBD kabupaten Malang saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga

Kabupaten Malang

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 20:08 WIB