Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Dinilai Abaikan Luka Tragedi Kanjuruhan

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Aksi penolakan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan terhadap pertandingan sepakbola antara Arema VS Persebaya di stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang

Ket foto. Aksi penolakan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan terhadap pertandingan sepakbola antara Arema VS Persebaya di stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang

Malang, pendoposatu.id — Rencana menggelar pertandingan panas antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan memicu penolakan keras dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi membuka kembali luka batin yang belum sepenuhnya pulih sekaligus mencerminkan kurangnya empati terhadap korban.

Gelombang penolakan disuarakan melalui aksi doa dan diam yang digelar Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) di area Gate 13 stadion, titik yang menjadi simbol kelam peristiwa 1 Oktober 2022.

Lokasi tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa tragedi kemanusiaan masih menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban.

Ketua YKTK, Devi Atok, menegaskan bahwa rencana pertandingan berisiko tinggi di lokasi tragedi sangat melukai perasaan keluarga korban.

“Kami belum pulih sepenuhnya. Stadion ini bukan sekadar tempat pertandingan, tetapi ruang duka yang menyimpan kenangan pahit. Menggelar laga rivalitas tinggi di sini sama saja mengabaikan perasaan keluarga korban,” tegasnya.

Aksi tersebut juga mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang turut hadir menyampaikan solidaritas. Poster bernada kritik dibentangkan, berisi pesan agar penyelenggara mempertimbangkan aspek kemanusiaan sebelum mengambil keputusan.

Selain doa bersama, perwakilan YKTK juga mendatangi Polres Malang untuk menyerahkan surat resmi penolakan. Dalam surat tersebut terdapat tiga poin utama, yakni trauma yang belum sembuh, kurangnya sensitivitas pihak penyelenggara, serta potensi risiko keamanan apabila laga tetap digelar.

Devi Atok menilai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga tidak tepat dilaksanakan di stadion yang masih menyimpan luka kolektif.

“Kami meminta semua pihak menghormati proses pemulihan keluarga korban. Jangan sampai kepentingan kompetisi justru memperparah trauma yang belum selesai,” ujarnya.

Informasi yang berkembang juga menyebutkan sebagian aparat keamanan yang pernah bertugas saat tragedi masih merasakan dampak psikologis. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa situasi belum sepenuhnya kondusif untuk menggelar laga berisiko tinggi.

Baca Juga :  SAK-RT 2025 di Kabupaten Malang: RT Sukoanyar Wajak Raih Juara, Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Jadwal pertandingan sendiri masih tercantum berlangsung pada 28 April 2026. Namun tekanan publik yang terus meningkat membuat keputusan akhir kini menjadi perhatian luas, apakah pertandingan tetap digelar di Stadion Kanjuruhan atau dipindahkan demi menjaga stabilitas keamanan serta menghormati sensitivitas keluarga korban. (*)

Penulis : nes

Berita Terkait

Manajemen Baru Wendit Buka Suara Soal Tunggakan CCTV, Klaim Masih Audit Proyek Lama
Kadinkes Malang Tegas: Dugaan Upeti Emas BPJS Tak Terbukti
Halalbihalal HUT ke-64 Rendra Kresna Pererat Silaturahmi Tokoh Malang Raya
Sanusi-Budiar Tanpa Lathifah, PKB Kabupaten Malang Kritik Keras
Foto Wabup Tak Terpasang di Acara Perumda Tirta Kanjuruhan, PKB Malang Desak Permintaan Maaf Terbuka
Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat
Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat
Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:30 WIB

Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Dinilai Abaikan Luka Tragedi Kanjuruhan

Sabtu, 4 April 2026 - 21:16 WIB

Manajemen Baru Wendit Buka Suara Soal Tunggakan CCTV, Klaim Masih Audit Proyek Lama

Jumat, 3 April 2026 - 06:39 WIB

Kadinkes Malang Tegas: Dugaan Upeti Emas BPJS Tak Terbukti

Jumat, 3 April 2026 - 06:26 WIB

Halalbihalal HUT ke-64 Rendra Kresna Pererat Silaturahmi Tokoh Malang Raya

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:41 WIB

Foto Wabup Tak Terpasang di Acara Perumda Tirta Kanjuruhan, PKB Malang Desak Permintaan Maaf Terbuka

Senin, 30 Maret 2026 - 13:53 WIB

Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:08 WIB

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:19 WIB

Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026

Berita Terbaru

Ket foto. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo

Kabupaten Malang

Kadinkes Malang Tegas: Dugaan Upeti Emas BPJS Tak Terbukti

Jumat, 3 Apr 2026 - 06:39 WIB