PENDOPOSATU.id MALANG – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Malang terpilih 2024-2029, Abdul Qodir, tiba-tiba mencuat dan berpotensi mendapatkan rekom dari DPP PDI-Perjuangan untuk maju dalam Pilkada 2024 mendatang sekaligus menjadi kuda hitam.
Nama Cak Adeng, sapaan akrab Abdul Qodir, mencuat di tengah-tengah ketidakpastian rekomendasi partai banteng untuk Pilkada Kabupaten Malang. Meskipun, pada pendaftaran bakal calon di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang beberapa waktu lalu hanya ada dua nama yang mendaftarkan diri, yaitu Bupati petahana HM Sanusi dan anggota DPRD Jawa Timur, H Gunawan HS.
Adanya wacana agar Cak Adeng bertarung dalam pesta demokrasi Kabupaten Malang nanti mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Direktur LSM Jampud (Jaringan Aliansi Pemuda untuk Demokrasi), Sebastian Sadullah.
“Seorang pemimpin haruslah individu-individu yang berani mendapatkan tantangan, serta menciptakan peluang yang lebih besar untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, dan Chak Adeng memiliki modal itu,” kata Sebastian Sadullah dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (25/6/2024).
Menurut sudut pandang Sadullah, partai sekelas PDI Perjuangan pasti memiliki hitung-hitungan cermat dalam menentukan calon untuk Pilkada. Penilaian dari internal dan eksternal partai pun akan menjadi pertimbangan tersendiri.
“Misal apa jadinya kalau seseorang menjadi pemimpin, namun mindset-nya masih individual contributor, PDI Perjuangan pasti tidak akan mempromosikan seorang individual contributor menjadi super coach, dan disinilah kenapa Chak Adeng dapat dipertimbangkan menjadi kuda hitam PDI Perjuangan untuk di calonkan sebagai Bupati Malang, supaya terhindar dari Maradona Syndrom,” tegasnya.
“Artinya, Maradona bagus sebagai super player atau pemain, sayangnya ketika Maradona menjadi super coach tidak dibarengi dengan perubahan mentalnya ketika masih menjadi pemain, disinilah letak kegagalan Maradona sebagai super coach karena masih menjalankan paradigma super player. Hal inilah yang menurut saya, PDI Perjuangan perlu memikirkan sosok baru yang lebih muda dan segar untuk dipertimbangkan dan dicalonkan sebagai Calon Bupati,” ungkap Sebastian.
Di tempat lain, Suyanto yang menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kepanjen, mengamini pendapat Agus Sa’dullah, Satgas PDI Perjuangan ini menyampaikan jika Chak Adeng memiliki potensi besar untuk memimpin Kabupaten Malang. Sepak terjang Cak Adeng di PDI Perjuangan, katanya, tidak perlu diragukan.
“Sebagai politisi muda PDI Perjuangan dengan modal people skill yang dimiliki, saya optimis ketika diberi kepercayaan oleh PDI Perjuangan, Cak Adeng akan mampu meningkatkan kinerja timnya,” ujar Suyanto.
Dikatakan Suyanto, sosok Cak Adeng cukup tepat sebagai gambaran dari ungkapan Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno ‘Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia’.
“Apa yang disampaikan Bung Karno, sejalan dengan Stephen R. Covey, seorang penulis asal Amerika Serikat, dia mengatakan jika kita ingin membuat perubahan kecil, kita cukup merubah perilaku kita, akan tetapi jika kita ingin membuat perubahan yang signifikan, maka rubahlah paradikma atau mindset kita. Disinilah mengapa figur Chak Adeng perlu dipertimbangkan,” Suyanto mengakhiri.
Penulis : Redaksi
Sumber Berita : Redaksi