Lembaga Pemantau LBH Rumah Keadilan Temukan Indikasi Adanya Dugaan Money Politics di Pilkada Kota Malang

- Redaksi

Kamis, 28 November 2024 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU.ID, Kota Malang – Lembaga Pemantau LBH Rumah Keadilan, turut andil dalam pengawasan Pilkada 2024 di dua Kota, yakni Kota Malang dan Kediri. LBH Rumah Keadilan ini bergerak sebagai lembaga pemantau sudah dilakukan sejak 2014.

Abdul Somad SH, Ketua LBH Rumah Keadilan, mengatakan, fokusnya di LBH Rumah Keadilan ini sebagai lembaga pemantau Pemilu, dan juga pemantau Pilkada di Kota Malang dan di Kota Kediri.

Lembaga Pemantau LBH Rumah Keadilan ini sudah terakreditasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), dengan jumlah 56 relawan pemantau di Kota Malang, dan juga 21 relawan pemantau untuk Kota Kediri.

“Kita sudah melaksanakan dan menerjunkan di beberapa TPS. Dari 56 relawan ini kami fokus pada TPS yang dekat dengan rumah Paslon, dan sebagian disebarkan di pada lokasi TPS yang potensi rawan” kata Abdul Somad SH,

Dalam pengawasan ini, dilakukan dengan menerjunkan 56 petugas yang melakukan pengawasan secara langsung di TPS-TPS tersebut dilakukan secara ketat, mulai dari pembukaan hingga proses perhitungan suara.

“Maka kami menerjunkan petugas pada beberapa TPS yang terdeteksi atau titik kerawanan yang tinggi,” ucapnya

Dikatakan Abdul Somad, pengawasan sejauh ini, memang sempat terkendala dengan adanya penolakan terhadap relawan pengawas dari LBH Rumah Keadilan.

Selain itu, juga terdapat KPPS atau PTPS yang belum memahami dan belum mengerti tentang relawan dari LBH Rumah Keadilan.

“Juga ada penolakan TPS nya dipantau, sehingga ini ada apa ?. beberapa juga belum mengerti tentang relawan kami. TPS yang melakukan penolakan terhadap relawan juga kami akan sikapi dengan tegas,” tuturnya.

Kemudian, Lembaga Pemantau LBH Rumah Keadilan juga menemukan indikasi adanya dugaan money politics. Hal ini sudah terjadi pada beberapa TPS, dimana terdapat gelagat atau pertemuan yang mencurigakan.

Baca Juga :  Dianggap Tak Jelas Dalam Mengatasi Polemik UHC, GRIB JAYA Kabupaten Malang Ancam Gelar Demo Besar - Besaran

Namun pihaknya masih belum menjelaskan detail lokasi-lokasi tersebut dan masih menunggu laporan dari tim pemantau lapangan.

“Sudah kami dokumentasikan bahwa sebelum pencoblosan ada pertemuan disekitar TPS. Dibeberapa rumah juga ditemukan stiker yang digantungi mirip amplop,” ungkapnya.

Temuan-temuan ini nantinya akan dilakukan pengkajian lebih dalam mengenai kepastian terjadinya money politics.

“Kemudian ada juga terkait pembukaan acara, perhitungan juga ada keterlambatan. Ini kedepan juga harus menjadi evaluasi bagi penyelenggara,” tuturnya.

Laporan hasil pemantauan ini nantinya akan kami sampaikan kepada KPU maupun Bawaslu agar dapat diambil sikap atau langkah strategis untuk penindakan.

Tentu, dalam prosesnya tetap akan dilakukan pemantauan oleh LBH Rumah Keadilan dengan bersikap tegas terhadap salah satu TPS yang sudah melakukan penolakan terhadap relewan.

“Kami juga akan menindaklanjuti secara tegas dan secara tuntas, bahwa Pilkada ini ada beberapa indikasi maupun dugaan, kami harus sigap dan mengambil sikap untuk melanjutkan proses yang lebih lanjut dari hasil laporan melalui pemantauan” terangnya

Semoga nantinya dari sektor pelaksana, ataupun dari sektor pengawas. Laporan yang sudah dirangkum ini harus disikapi secara penuh dan harus segera dikawal secara tuntas.

“Bahwa Kota Malang ini masih dalam proses tidak baik-baik saja. Karena kita lihat ada beberapa pelanggaran yang masih terjadi,” pungkasnya.

Untuk itu Lembaga Pemantau LBH Rumah Keadilan masih melakukan penjajagan di beberapa TPS, ketika terjadi temuan siap untuk melakukan pengawalan secara tuntas.

Penulis : Dudung

Berita Terkait

Halal Bihalal Lintas Agama Kodim 0833 Malang Perkuat Persatuan dan Sinergi Jaga Kondusivitas Kota
Buka Puasa Bersama JMSI Malang Raya Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Media Siber
Mahasiswa UIBU Sabet Medali Emas di Arab Saudi
Pawai Obor Sholawat RW 04 Polehan Meriah, 1.000 Warga Sambut Ramadhan 1447 H dengan Penuh Sukacita
Jelang Seabad NU, Kota Malang Tunjukkan Toleransi Nyata Antar Umat Beragama
Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota Perketat Ramp Check Bus dan Angkutan Umum
Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis
Hari PMI 2025: The Alana Hotel Malang Gelar Donor Darah, Jumlah Peserta Membludak

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:53 WIB

Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:08 WIB

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:19 WIB

Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 22:08 WIB

Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:56 WIB

Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:36 WIB

Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:07 WIB

Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Malang dan Bank Jatim Gelar Pasar Murah, Ribuan Kupon Subsidi Sembako Disiapkan

Berita Terbaru

Ket foto. Tim gabungan dan BPBD kabupaten Malang saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga

Kabupaten Malang

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 20:08 WIB