APBD Kota Malang Susut, DPRD Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada Dana Transfer

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat paripurna. Ia menyoroti turunnya belanja daerah dalam perubahan APBD 2025 dan menekankan pentingnya kemandirian fiskal.

Keterangan Foto : Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat paripurna. Ia menyoroti turunnya belanja daerah dalam perubahan APBD 2025 dan menekankan pentingnya kemandirian fiskal.

PENDOPOSATU.ID, KOTA MALANG – DPRD Kota Malang menyoroti penurunan belanja daerah dalam perubahan APBD 2025. Kondisi ini dianggap sebagai sinyal bahaya karena memperlihatkan rapuhnya kemandirian fiskal akibat masih tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat.

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menyebut belanja daerah yang semula sebesar Rp2,7 triliun kini terkoreksi menjadi sekitar Rp2,3 triliun, atau turun Rp300 miliar. Menurutnya, penurunan itu dipicu oleh turunnya Transfer ke Daerah (TKD) serta prediksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang ikut melemah.

“Kalau kami hitung, TKD turun sekitar Rp300 miliar. Sementara untuk Silpa, pada PAK 2025 masih tercatat Rp207 miliar, namun dalam KUA 2026 ini diprediksi hanya Rp104 miliar,” jelas Trio, Kamis (18/9/2025).

Dengan kondisi tersebut, DPRD menekankan pentingnya penyesuaian belanja agar program prioritas tetap bisa terlaksana. Trio juga berharap pemerintah pusat tidak memangkas TKD secara drastis karena akan menyulitkan daerah.

Meski demikian, ia menilai kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang masih relatif stabil. PAD tercatat di kisaran Rp1,05 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah sekitar Rp800 miliar.

“PAD kita cukup bagus, meskipun tetap perlu ada peningkatan. Kemandirian daerah diukur dari seberapa besar rasio PAD dibandingkan dengan dana transfer,” tegasnya.

Trio menambahkan, DPRD bersama Pemkot akan terus menyisir pos-pos anggaran agar program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (Yoen)

Baca Juga :  Tegas! Persada Hospital Bentuk Tim Investigasi Terkait Dugaan Tindak Senonoh Oknum Dokter

Penulis : Yoen

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota Perketat Ramp Check Bus dan Angkutan Umum
Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis
Hari PMI 2025: The Alana Hotel Malang Gelar Donor Darah, Jumlah Peserta Membludak
DPRD Kota Malang Apresiasi Semangat Warga Kota Lama dalam Gelar Karnaval Budaya
Fokus Pendidikan dan Revitalisasi Pasar Besar, DPRD Kota Malang Bahas Perubahan APBD 2025
Piala Wali Kota Malang 2025: Equestrian Jadi Wajah Baru Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif
PHRI Kota Malang Gelar Turnamen Futsal 2025, Disporapar Kota Malang: Lebih dari Sekadar Olahraga
Family Corner Masjid Jadi Pusat Ketahanan Keluarga, Malang Jadi Percontohan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB