Sindikat TPPO Broker Kamboja Gentayangan di Sosmed, Warga Surabaya Tertipu Puluhan Juta

- Redaksi

Minggu, 20 April 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU.ID, SURABAYA – Seorang pria bernama William Sugiarto (38), warga Medokan Semampir, Surabaya, mengaku menjadi korban penipuan lowongan kerja ke Jepang lewat Facebook hingga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Minggu (20/04/2025)

Kepada jurnalis Pendoposatu.id, korban menduga jika terlapor yang berinisial FHM yang berdomisili di Malang juga merupakan bagian dari jaringan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) broker Kamboja.

Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya pada tanggal 29 Januari 2025, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LPM144/1/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

Peristiwa bermula ketika William melihat iklan lowongan pekerjaan di Jepang melalui media sosial Facebook dengan akun “Tria Trip” pada periode Oktober hingga November 2024.

Tertarik dengan tawaran pekerjaan di Negeri Sakura tersebut, William melanjutkan komunikasi dengan pihak yang terlapor melalui aplikasi WhatsApp.

Pertemuan dan Transfer Uang:
Korban dan terlapor FHM bahkan sempat bertemu langsung untuk membahas detail pekerjaan yang dijanjikan.

Memanfaatkan kepercayaan korban, FHM kemudian meminta William untuk mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya keperluan keberangkatan ke Jepang.

Tanpa merasa curiga, William melakukan transfer dana secara bertahap hingga total mencapai Rp. 65.000.000,- ke rekening Bank BCA atas nama PT TRUS TRIA TRAVELINDO dari rekening pribadinya.

Namun, setelah uang ditransfer, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi sesuai harapan. Setibanya di Jepang, William tidak dipekerjakan di pabrik seperti yang dijanjikan oleh FHM.

Sebaliknya, korban justru dialihkan ke seorang broker Kamboja dan dipekerjakan secara paruh waktu di pabrik perakitan pachinko yang sering kekurangan material.

Akibatnya, William hanya bekerja sekitar 10 hari dalam sebulan sebelum akhirnya dirumahkan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Asusila Oknum Dokter RS PH Melebar: Empat Korban Muncul Dengan Pengakuan Mengejutkan

Merasa menjadi korban penipuan karena pekerjaan yang didapat jauh berbeda dari informasi awal, William akhirnya melaporkan kejadian ini ke SPKT Polrestabes Surabaya.

William juga menduga adanya unsur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) karena dirinya dialihkan ke pihak lain yakni broker Kamboja

“FHM memiliki itikad tidak baik dan dugaan saya, Ia sebenarnya telah mengetahui kondisi pabrik pachinko, hal ini berdasarkan pengalaman korban-korban sebelumnya dengan memberikan informasi palsu demi mendapatkan uang.

“Saya adalah korban kedelapan yang diberangkatkan, dan FHM jelas tahu bagaimana kondisi pabrik pachinko di sana dari cerita korban-korban sebelumnya. Tapi beliau tetap membohongi saya dengan alasan lain,” ungkap William.

Meski kini, William telah kembali ke Indonesia, bersama korban lainnya bernama Hadi, dirinya bertekad untuk membongkar praktik dugaan penipuan dan TPPO yang dilakukan oleh PT. Trust Tria Travelindo.

William menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri dari agency yang tidak jelas dan tidak transparan. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku penipuan ini.

Awak media sebelumnya juga berinisiatif untuk konfirmasi ke terlapor FHM melalui pesan Whatsapp, namun hingga kini tidak mendapatkan respon dari yang bersangkutan

Begitupun saat awak media mendatangi alamat kantor PT Trust Tria Travelindo di Sawojajar, Kota Malang, ternyata merupakan rumah kos-kos an milik orang tua terlapor dan upaya konfirmasi mengenai status legal PT Trust Tria Travelindo saat ini sedang dilakukan.

Berdasakan informasi yang dihimpun PT Trust Tria Travelindo sudah lama tutup dan terlapor memang dulunya tinggal disitu.

Penulis : Gus

Editor : Redaksi

Berita Terkait

1268 Pelari Jadi Korban CEO Jatim Half Marathon, Trauma Event Lari Uang Belum Kembali
Gus Yahya Sowan ke Bangilan Tuban, Pererat Silaturahim Keluarga Ulama dan Ziarah Leluhur
Team Lingkar Indonesia Kibarkan Merah Putih di Candi Jawar, Padukan Nasionalisme dan Pelestarian Budaya
Merah Putih Berkibar di Mapolres Pasuruan Sambut HUT ke-80 RI
Pelukis Kelas Dunia Dicuekin Kepala Daerah Sendiri, Seolah Lupa Dukungannya Saat Pilkada!
Keluarga Korban Bullying SMPN 3 Doko Tolak Damai, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku
Ketua PSHT Blitar Kecam Keras Dugaan Pengerahan Massa yang Ganggu Pengesahan Warga Baru
Disnaker Blitar Gelar Pelatihan Elektronika Rumah Tangga, Siapkan SDM Unggul Jelang Indonesia Emas

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 21:17 WIB

H+3 Lebaran, Arus Tol Malang Naik Signifikan, Polisi Perketat Jalur Wisata

Sabtu, 21 Maret 2026 - 04:00 WIB

Arus Mudik Malang Terkendali, Satlantas Pastikan Siaga Penuh dan Antisipasi Puncak Arus Balik

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:33 WIB

Rampcheck Ketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Malang Pastikan Bus dan Sopir Laik Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:23 WIB

Polres Malang Intensifkan Pengamanan Arus Mudik 2026, Puluhan Ribu Kendaraan Mulai Padati Akses Tol

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:59 WIB

Polres Malang Siagakan 8 Pos Pengamanan dan Pelayanan Mudik Lebaran 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:39 WIB

Pria Ngaku Polisi Rampas Mobil di Tumpang, Pelaku Ditangkap di Singosari

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polres Malang Buka Penitipan Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:18 WIB

Jual Honda Scoopy Curian via Marketplace, Satreskrim Polres Malang Ringkus Pelaku Saat COD

Berita Terbaru

Ket foto. Bupati Malang HM Sanusi

Kabupaten Malang

Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas

Senin, 23 Mar 2026 - 22:08 WIB