GRIB Anggap Program UHC Pemkab Malang Bermasalah, Desak Dewan Bertindak

- Redaksi

Senin, 10 Juni 2024 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ketua GRIB Malang, Damanhury Jab saat menyuarakan aksi di DPRD Kabulaten Malang

Foto : ketua GRIB Malang, Damanhury Jab saat menyuarakan aksi di DPRD Kabulaten Malang

PENDOPOSATU.ID, Malang – Kabupaten Malang yang sebelumnya diakui atas pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2023, kini menghadapi kenyataan yang menyakitkan karena pelaksanaan program tersebut danggap gagal.

Meskipun Bupati Malang H. M Sanusi pada awalnya mengumumkan cakupan UHC mencapai lebih dari sembilan puluh tujuh persen, situasi di lapangan pada Agustus 2023 menunjukkan gambaran yang sangat berbeda.

Masyarakat Kabupaten Malang merasakan penderitaan akibat penonaktifan layanan kesehatan bagi pasien BPJS PBID, bagian dari Program UHC yang sebelumnya dijanjikan.

Penyebab utama kegagalan ini meliputi masalah pengelolaan anggaran, kekurangan dana, manajemen program yang tidak efektif, kurangnya transparansi, dan infrastruktur kesehatan yang kurang memadai.

Kabupaten Malang memiliki hutang yang signifikan kepada BPJS Kesehatan, mencerminkan ketidakmampuan dalam mengelola anggaran daerah. Hal ini diperparah dengan kekurangan dana dari APBD yang tidak mampu menutupi klaim BPJS.

Selain itu, manajemen program yang tidak efektif dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana BPJS telah menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap janji-janji pemerintah daerah.

Kurangnya infrastruktur kesehatan yang memadai juga menjadi faktor penentu, dimana meskipun terdapat puskesmas dan rumah sakit yang bermitra dengan BPJS, namun tidak cukup untuk menangani jumlah pasien yang besar.

Dalam rangka menanggapi situasi ini, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya melakukan orasi di depan kantor Bupati, jalan Panji, Kepanjen, pada hari Senin (10/6/2024).

Dipimpin langsung oleh ketua GRIB Malang, Damanhury Jab, mereka menyuarakan kebosanan terhadap “aksi tipu-tipu” Bupati Sanusi dan mengkritik pelayanan yang buruk dan janji surga terkait pelayanan kesehatan dalam program UHC.

Setelah orasi di depan kantor Bupati, GRIB Jaya melanjutkan aksi mereka menuju DPRD Kabupaten Malang yang ditemui anggota dewan, Dofic Soroanggomo dari Fraksi Golkar.

Baca Juga :  Kapolsek Tumpang Berikan Pembinaan Anggota Linmas Untuk Pengamanan di TPS

Damanhury Jab menanyakan apakah DPRD pernah mengadakan paripurna atau membahas anggaran Rp 25 miliar untuk BPJS Kesehatan, serta bagaimana proses kontrol DPRD terkait kinerja pemerintah Kabupaten Malang.

Dofic pun menyatakan bahwa semua keluhan akan diterima tetapi tidak dapat memberikan respon langsung.

“Masalah ini harus dikembalikan kepada Bupati karena dewan tidak memiliki kapasitas pribadi untuk menjembatani, namun bisa diupayakan lewat lembaga.”Ujar Dofic.

GRIB Jaya menyatakan bahwa penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Malang adalah memalukan dan meminta untuk mengembalikannya kepada Kementerian Kesehatan.

Merespon tuntutan GRIB,  DPRD memberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi dan menjanjikan akan diadakan audiensi untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, serta menegaskan bahwa tidak akan ada penolakan dalam merespon aspirasi masyarakat.

Orasi terakhir berlangsung di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, di mana mereka ditemui oleh Kajari Kabupaten Malang Rahmat Suptiadi SH. Kajari menyatakan telah mendengar masalah UHC dan masih dalam tahap pengumpulan data.

“Kita berjanji akan menangani masalah ini seprofesional mungkin dan berkomitmen untuk melakukan pembenahan demi masyarakat Kabupaten Malang” kata Kajari

Aksi GRIB Jaya berlangsung damai dengan komunikasi dua arah yang konstruktif, menekankan harapan masyarakat agar tidak ada lagi kebohongan dan penipuan publik di masa depan. (red)

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat
Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat
Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026
Pesan Mahrus Soleh di Halal Bihalal TI Group: Kebersamaan dan Kesejahteraan
Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas
Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran
Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif
Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:53 WIB

Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:08 WIB

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:19 WIB

Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 22:08 WIB

Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:56 WIB

Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:36 WIB

Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:07 WIB

Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Malang dan Bank Jatim Gelar Pasar Murah, Ribuan Kupon Subsidi Sembako Disiapkan

Berita Terbaru

Ket foto. Tim gabungan dan BPBD kabupaten Malang saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga

Kabupaten Malang

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 20:08 WIB