Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Jairi saat acara

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Jairi saat acara "Golek Garwo" (Foto: pendoposatu.id)

Spread the love

TULUNGAGUNG, pendoposatu.id- Menemukan pasangan hidup bukan perkara mudah bagi setiap orang, di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, hingga terbatasnya ruang perkenalan, tak sedikit yang akhirnya harus menunda harapan untuk membangun rumah tangga.

Berangkat dari realitas tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tulungagung menghadirkan program unik bertajuk “Golek Garwo”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang dirancang sebagai ruang pertemuan bagi masyarakat yang masih mencari pendamping hidup.

Bukan sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan, kegiatan yang digelar secara langsung (offline) ini mencoba membuka kesempatan baru bagi mereka yang selama ini kesulitan menemukan pasangan karena kesibukan maupun berbagai alasan lainnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Jairi, menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk saling mengenal berdasarkan kriteria dan harapan masing-masing.

“Kami mempertemukan teman-teman yang belum sempat mencari jodoh secara mandiri, mungkin karena kesibukan atau hal lain. Mereka bisa mendaftar di Golek Garwo dengan kriteria pasangan yang diinginkan,” ungkap Jairi, Minggu (1 Nopember 2026) saat dikonfirmasi pendoposatu.id.

318 Orang Menaruh Harapan

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 318 orang berdasarkan data aplikasi. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan akan ruang perkenalan yang lebih terbuka masih cukup besar.

Menariknya, komposisi peserta didominasi laki-laki, sementara perempuan tercatat sekitar sepertiga dari keseluruhan pendaftar.

Proses pertemuan dan pencocokan peserta berlangsung hingga sore hari. Mereka diberi kesempatan untuk bertatap muka, berbincang, serta mengenal satu sama lain.

Di balik setiap pertemuan, tentu ada cerita dan harapan yang berbeda. Ada yang ingin menemukan teman berbagi kehidupan, ada pula yang berharap segera mendapatkan pasangan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Melalui kegiatan ini, kesempatan untuk saling mengenal tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pertemuan kebetulan dalam aktivitas sehari-hari.

Lebih jauh, program Golek Garwo tidak hanya berorientasi pada mempertemukan dua orang yang memiliki ketertarikan satu sama lain. Ada harapan lebih besar, yakni mendorong lahirnya keluarga yang dibangun atas kesiapan dan komitmen bersama.

Jairi menjelaskan, kesiapan memasuki kehidupan pernikahan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hal itu mencakup pengenalan karakter, kondisi ekonomi, hingga kematangan mental calon pasangan.

“Pertimbangan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi ketahanan keluarga dan tren perceraian yang menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir”jelas Jairi.

Karena itu, proses perkenalan diharapkan tidak berhenti pada ketertarikan fisik semata. Kecocokan visi, misi, nilai kehidupan, serta kesiapan menghadapi tanggung jawab rumah tangga juga menjadi hal penting untuk dipertimbangkan.

Pada akhirnya, Golek Garwo menghadirkan pesan sederhana bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan pasangan hidup, tanpa harus merasa tertinggal oleh waktu maupun keadaan.

Sebab, menemukan jodoh bukan hanya tentang siapa yang lebih dahulu menikah, melainkan tentang menemukan seseorang yang tepat untuk berjalan bersama, saling memahami, dan membangun masa depan.

Bagi 318 orang yang telah mendaftarkan diri, kegiatan ini setidaknya menjadi pintu awal. Dari sebuah pertemuan sederhana, siapa tahu tumbuh cerita panjang tentang dua orang yang akhirnya memilih untuk saling menetap. (Hanik)

Berita Terkait

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan
UPT Bapenda Jatim Wilayah Pasuruan Jemput Bola Sosialisasi Pemutihan Pajak Bermotor
Polres Pasuruan Berhasil Tangkap 4 Tersangka Dugaan Pengemasan Ulang Beras SPHP
Aliansi Lembaara Tora Tuntut Sengketa Agraria Dan Mafia Tanah
Semangat Sumpah Pemuda, Anggota DPRD Tulungagung Serukan Persatuan Dan Perang Lawan Narkoba
Diduga Pengeroyokan Saat Identifikasi Tanah Bulusari Berujung Dengan Lapor Polisi
Identifikasi Tanah Sengketa Oleh BPN di Prasasti Cunggrang Bulusari Menuai Kericuhan
Golkar Tulungagung Rayakan HUT ke-62 Lewat ‘Sekolah Anggaran’, Dorong Warga Aktif Awasi APBD 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:16 WIB

UPT Bapenda Jatim Wilayah Pasuruan Jemput Bola Sosialisasi Pemutihan Pajak Bermotor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polres Pasuruan Berhasil Tangkap 4 Tersangka Dugaan Pengemasan Ulang Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Anggota DPRD Tulungagung Serukan Persatuan Dan Perang Lawan Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Diduga Pengeroyokan Saat Identifikasi Tanah Bulusari Berujung Dengan Lapor Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Identifikasi Tanah Sengketa Oleh BPN di Prasasti Cunggrang Bulusari Menuai Kericuhan

Berita Terbaru

Normalisasi Sungai Agir Kecamatan Wagir kabupaten Malang (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:28 WIB

You cannot copy content of this page