TULUNGAGUNG, pendoposatu.id— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar diisi dengan langkah progresif, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tulungagung menggelar program edukatif bertajuk “Sekolah Anggaran” yang bertempat di Kantor DPD Partai Golkar pada Senin malam, 26 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, menjelaskan kepada awak media bahwa tujuan esensial dari acara ini adalah mengajak publik untuk belajar bersama dalam membaca serta memahami postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung Tahun 2027.
“Ini kita masukkan adalah agar masyarakat Tulungagung tahu bagaimana pengelolaan anggaran Tulungagung tahun 2027 seperti apa,” ungkap Jairi Irawan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut dihadirkan agar pengelolaan anggaran daerah senantiasa selaras dengan visi-misi serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat dapat memberikan kontribusi berupa masukan konstruktif sejak dini apabila ditemukan hal-hal yang perlu disesuaikan.
Untuk memperkaya materi, Bappeda Kabupaten Tulungagung turut hadir dan memaparkan penjelasan komprehensif mengenai mekanisme perencanaan hingga evaluasi anggaran. Mewakili Bappeda Tulungagung, Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi, Ridwan, menerangkan bahwa siklus perencanaan pembangunan daerah seperti penyusunan rancangan awal RKPD 2028 yang merujuk pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2016 harus melalui tahapan yang sistematis.
” Alur baku tersebut bermula dari penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pelaksanaan Musrenbang dari tingkat desa hingga kecamatan, berlanjut ke forum perangkat daerah, hingga akhirnya bermuara pada penetapan KUA-PPAS serta Raperda APBD”kata Ridwan kepada awak media.
Selain pemaparan dari Bappeda “Sekolah Anggaran” ini juga menghadirkan deretan narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka di antaranya adalah Pemerhati Anggaran sekaligus akademisi dan dosen Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, M. Farid Fuzi.
Fauzi sapaan akrabnya mengatakan bahwa pihaknya selalu konsisten mendampingi DPD Golkar dalam bedah anggaran di tiap tahunnya. “Pihak saya selalu di ajak musyawarah untuk membedah anggaran APBD Pemkab Tulungagung” ujarnya.
Disamping itu terlihat pula tokoh keagamaan sekaligus kader DPD Golkar Tulungagung, Gus Ubaidillah As-Fa’i, serta pengamat kebijakan lokal, Yoyok dalam acara yang diadakan oleh partai Golkar. Dari sisi kepesertaan, DPD Partai Golkar selalu membuka ruang pintu seluas-luasnya bagi masyarakat umum untuk mengisi acara “Sekolah Anggaran” ini baik secara online maupun pengarahan khusus datang secara langsung tanpa adanya rekayasa.
Alhasil, forum ini dihadiri oleh profil peserta yang sangat heterogen, mulai dari warga biasa, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pegiat pemerhati anggaran, unsur kampus, hingga kaum akademisi dan dosen.
Melalui perhelatan “Sekolah Anggaran” ini, DPD Partai Golkar Tulungagung menaruh harapan besar agar transparansi dapat terwujud nyata, sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) semakin kokoh lewat partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal anggaran sejak tahap penyusunan awal hingga Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepala daerah.(Hanik)












