TULUNGAGUNG, pendoposatu.id– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tulungagung mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi Pemilu 2029, selain memperkuat koordinasi internal, partai juga memfokuskan perhatian pada regenerasi kader untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Ketua DPC PKB Tulungagung, Ali Munib, menyampaikan bahwa dirinya mematok target peningkatan perolehan kursi legislatif dari sembilan menjadi 11 kursi pada Pemilu 2029 nantinya.
Target tersebut, telah melalui perhitungan internal serta mempertimbangkan masukan dari DPW PKB. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah apabila terjadi perubahan daerah pemilihan (dapil).
“Kalau dapilnya masih seperti sekarang, kita targetkan 11 kursi. Tetapi kalau ada perubahan dapil, tentu akan kita hitung kembali. Bahkan peluangnya bisa lebih,” ujar Ali Munib, Minggu (4 Oktober 2026).
Di sisi lain, pembenahan struktur organisasi menjadi agenda penting yang tengah disiapkan DPC PKB Tulungagung. Salah satunya melalui proses regenerasi kepengurusan, khususnya di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting. Ali menegaskan, regenerasi tidak dilakukan dengan cara mengganti pengurus secara sepihak. Proses tersebut akan ditempuh melalui komunikasi dan musyawarah dengan seluruh pihak terkait.
“Bukan berarti diganti, tetapi akan kita musyawarahkan. Kalau ada kader generasi muda yang siap, tentu bisa kita persiapkan untuk periode berikutnya,” jelas Ali saat diwawancarai oleh awak media.
Menurut Ali, keberadaan kader muda sangat penting untuk menjaga eksistensi partai dalam jangka panjang. Ia menilai partai politik harus mampu memberikan ruang kepada generasi milenial agar gagasan dan aspirasi mereka dapat terakomodasi dalam perjuangan politik PKB. Karena itu, dalam berbagai agenda pertemuan, DPC PKB Tulungagung akan terus mendorong keterlibatan generasi muda. Kader yang dipersiapkan juga diharapkan memiliki kesiapan, baik secara kapasitas maupun kemandirian ekonomi.
“Kita tidak mematok persentase tertentu. Tetapi secara bertahap, pengurus PAC dan ranting akan kita arahkan agar semakin banyak diisi generasi muda,” katanya, disela-sela acara pengukuhan.
Sementara terkait Pilkada Tulungagung, PKB memilih sikap terbuka. Partai tidak menutup kemungkinan memberikan dukungan kepada calon di luar internal PKB apabila dinilai mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Tulungagung. Ali mengatakan, keberlanjutan pembangunan dan keberhasilan pemerintah daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sikap politik partai.
“Tidak harus dari kalangan sendiri. Kalau pembangunan Tulungagung berjalan baik dan masyarakat merasakan kemajuan, siapa pun yang menjadi bupati akan kita dukung,” tegasnya.
Dengan memperkuat konsolidasi organisasi, membuka ruang bagi kader muda, serta membidik tambahan kursi legislatif, PKB Tulungagung menatap Pemilu 2029 dengan strategi yang lebih terukur dan berkelanjutan.(Hanik)












