Malang, pendoposatu.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi politik hingga ke tingkat kecamatan. Dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Singosari yang digelar di Kafe Arjuna pada Rabu (11/2/2026), Abdul Rozaq kembali terpilih sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Singosari secara aklamasi melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman, yang hadir langsung dalam Muscam tersebut menyebut proses pemilihan berlangsung solid dan penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan musyawarah kecamatan di Kecamatan Singosari. Salah satu agendanya adalah memilih Ketua Pimpinan Kecamatan, dan telah disepakati secara aklamasi melalui musyawarah mufakat, Pak Abdul Rozaq kembali menjadi Ketua PK Singosari,” tegas Sudarman.
Sudarman menilai terpilihnya kembali Abdul Rozaq bukan tanpa alasan. Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Golkar Singosari mencatat kenaikan signifikan hingga 6.000 suara dibandingkan periode sebelumnya.
“Ini hal yang luar biasa. Pak Rozaq kemarin mampu menaikkan suara sampai dengan 6.000 di Pileg 2024. Artinya beliau mampu mengkoordinir dan mengkonsolidasikan kader-kadernya untuk bekerja memenangkan Partai Golkar,” ujarnya.
Meski Golkar belum meraih kemenangan penuh, kenaikan tersebut menjadi fondasi penting untuk pertarungan politik selanjutnya.
“Walaupun belum menang, tapi ada kenaikan. Itu menunjukkan tren positif. Tinggal bagaimana komunikasi dan konsolidasi diperkuat agar hasilnya lebih maksimal,” tambahnya.
Sudarman memaparkan, Kecamatan Singosari memiliki 17 desa dengan jumlah hak pilih sekitar 130 ribu suara. Pada Pemilu 2024, Golkar memperoleh sekitar 15 ribu suara.
“Peluangnya masih sangat terbuka. Dari 130 ribu hak pilih, kita baru mendapatkan sekitar 15 ribu suara. Kalau kita bisa meraih 30 persen saja, itu sudah lompatan besar. Artinya ruang untuk naik masih sangat luas,” tegasnya.
“Pemilu bukan kerja lima tahunan. Kerja politik itu harus dilakukan terus-menerus selama lima tahun. Harus dikonsolidasi dan dikoordinasikan secara berkelanjutan, sehingga puncaknya di 2029 Golkar bisa menang di Singosari atau minimal kembali meningkatkan suara secara signifikan,” tandas Sudarman.
Selain Singosari, Sudarman juga menyebut sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi kantong suara kuat Golkar di Kabupaten Malang, seperti Lawang, Pakis, Gedangan, Pujon, dan Wajak.
“Daerah-daerah itu adalah kantong besar yang harus kita pertahankan dan kita dorong lebih kuat lagi. Sementara kecamatan lain kita bangkitkan melalui Muscam ini dengan pembaruan kepengurusan,” jelasnya.
Hingga saat ini, Muscam telah dilaksanakan di 13 kecamatan dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang. DPD Golkar menargetkan seluruh Muscam rampung sebelum Hari Raya.
“Kita targetkan Muscam selesai sebelum Hari Raya. Setelah itu kita susun agenda kerja yang lebih terstruktur dan terukur,” ujarnya.
Sudarman juga berpesan tegas kepada ketua terpilih agar langsung bergerak memperkuat barisan.
“Tingkatkan konsolidasi dan komunikasi. Satukan kader-kader, bangunkan kader yang masih belum aktif, ajak mereka bekerja dan berkarya untuk masyarakat. Kalau kader bekerja untuk rakyat, kemenangan Partai Golkar akan mengikuti,” tegasnya.
Sementara itu, Abdul Rozaq yang kembali dipercaya memimpin PK Golkar Singosari—setelah sebelumnya menjabat dua periode—menyatakan siap melakukan pembenahan total di tubuh organisasi tingkat kecamatan.
“Semua badan yang ada di Pimpinan Kecamatan Partai Golkar akan kita tata kembali. Kita perkuat struktur dan soliditas agar mampu meraih apa yang diharapkan pimpinan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, yaitu membawa Partai Golkar menuju puncak kejayaannya,” tegas Abdul Rozaq.
Ia juga memasang target ambisius untuk Pemilu 2029 mendatang.
“Target saya menambah dua kursi untuk Kecamatan Singosari pada tahun 2029,” ujarnya mantap.
Dengan basis 17 desa dan potensi 130 ribu pemilih, Singosari dinilai sebagai salah satu kecamatan strategis dalam peta politik Kabupaten Malang. Aklamasi Abdul Rozaq menjadi penegasan bahwa Golkar memilih soliditas dan kesinambungan kepemimpinan untuk menggenjot perolehan suara dan memperkuat posisi partai di Pemilu 2029.
Penulis : nes











